Sukses di Timor Leste, All About Life Tantang Diri Masuki Pasar Musik Indonesia Dengan Konsep Baru
Instagram/aldosinarta
Musik

Grup musik All About Life mencoba peruntungan memasuki pasar musik Tanah Air. All About Life datang dengan menjanjikan konsep baru untuk memasuki pasar musik Indonesia.

WowKeren - Grup musik All About Life atau yang dikenal A2L mantap untuk mengadu nasib di industri musik Tanah Air. Sebelumnya A2L ini telah berkiprah di dunia musik Timor Leste selama hampir 5 tahun.

Grup musik A2L ini terdiri dari lima orang laki-laki yang memiliki konsep unik. Mereka tak menganggap dirinya boy band karena tampil bernyanyi sambil bermain gitar. Uniknya, kelima laki-laki ini tak mau dianggap sebagai band, namun juga bukan boy band.

A2L sendiri merupakan grup musik yang beraliran RnB dan pop. Saat ini, A2L berkarya di bawah naungan label SRN Entertaiment.

"Kami mengusung konsep baru, nggak mau terlalu band dan juga boy band. Nggak semua jadi lead vokal," ujar Dobzie sebagai salah satu personel, baru-baru ini.

A2L diketahui beranggotakan Gerson, Bianco, Dobzie, Ahok, dan Delio. Dalam formasi grup musik, A2L memiliki keunikan dan perbedaan yang signifikan dari band lainnya.


Dalam A2L, Ahok diposisikan sebagai gitaris, Delio dan Bianco sebagai rapper. Sementara itu, Gerson merupakan lead vokal.
Pada project pertama mereka di Indonesia, A2L memiliki lagu berjudul "Moris" yang berarti hidup. Bagi mereka, Indonesia juga jadi sebuah tantangan baru dalam berakarier di industri musik.

"Setelah banyak belajar di Timor Leste, kami butuh tantangan baru. Indonesia menjadi tantangan baru kami," tutur Dobzie.

Selain itu, A2L ternyata memiliki rencana untuk mengajak kolaborasi banyak musisi Indonesia. Sebagai contoh, RAN dan Bondan Prakoso.

A2L menjanjikan lagu "Moris" dikemas secara manarik dan enak didengar. Tak hanya itu, lagu "Moris" juga memiliki keunikan tersendiri dengan memasukkan 3 bahasa ke dalamnya.

"Kami kemas bagus, menarik, dan lagunya enak didengar. Ada tiga bahasa di lagu kami, bahasa Indonesia, Inggris dan Tetun, biar lebih universal dan semua orang bisa menerimanya," jelas Dobzie.

"Kami grup yang suka mix bahasa dalam musik. Kami pernah membuat lagu berlirik bahasa Portugal, Inggris dan sekarang dengan bahasa Indonesia," punkgas Bianco.

(wk/amel)

You can share this post!