Beredar Seruan Jihad Lawan Densus 88 Antiteror Di Medsos, Polri Beri Peringatan Kepada Penyebar
Nasional

Isu terorisme belakangan ini kembali muncul ke publik. Bahkan sebelumnya, tim Densus Antiteror 88 Polri sempat meringkus beberapa orang terduga pelaku teroris di kawasan Bekasi.

WowKeren - Belakangan ini, marak mengenai isu terorisme, bahkan tim Densus 88 Antiteror pun juga telah menagkap sejumlah orang yang diduga sebagai pelaku teroris. Adapun salah satunya adalah Ustaz Farid Okbah yang saat ini juga telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana terorisme.

Baru-baru ini, diketahui viral di media sosial mengenai tangkapan layar yang berisi pesan atau seruan jihad melawan Densus 88 Antiteror Polri, dan tersebar melalui WhatsApp. Mengenai hal ini, pihak kepolisian pun memberikan peringatan kepada si penyebar yang berinisial AW.

Mengenai peringatan yang diberikan kepada penyebar itu disampaikan oleh Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo. Dedi menuturkan bahwa peringatan tersebut diberikan oleh tim Patroli Siber Dittipitsiber Bareskrim Polri.

Sejauh ini, kata Dedi, polisi masih mengedepankan pertimbangan imbauan dan peringatan dibandingkan langsung melakukan langkah penindakan. "Siber patrol melakukan mapping dan profiling setiap konten-konten ujar kebencian, provokasi, dan hoaks," terang Dedi kepada Liputan6.com, Jumat (19/11).


Dedi menerangkan bahwa sebelumnya, tim Densus 88 Antiteror Polri berhasil meringkus tiga orang terduga teroris di Bekasi, Jawa Barat. Dua di antaranya diketahui identitasnya sebagai FAO dan ZA yang disebut merupakan anggota dewan syuro kelompok teroris Jamaah Islamiyah.

Sementara itu, Kabag Banops Densus 88 Antiteror Polri Kombes Aswin Siregar menyampaikan bahwa penangkapan ketiga terduga pelaku teroris itu sebenarnya mengacu pada penelusuran organisasi pendanaan JI yakni Lembaga Amil Zakat Baitul Mal Abdurrahman bin Auf (LAZ BM ABA). Kemudian juga keterlibatan mereka lebih fokus sebagai anggota dewan syariah LAZ BM ABA.

"Kemudian yang bersangkutan juga adalah anggota dewan syuro, tapi dalam konteks dewan syuro dalam JI, yang bersangkutan adalah bersifat memberi nasihat dan masukan," papar Aswin pada Kamis (18/11).

Meski demikian, Aswin menyampaikan bahwa pihaknya hingga saat ini masih melakukan pendalaman atas peran dewan syuro yang ada di organisasi JI. Hal ini demi untuk mengungkap peran sebenarnya dari para terduga teroris yang menyandang jabatan tersebut.

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait