Tebing Terjal di Pagentan Banjarnegara Longsor, 4 Warga Meninggal dan 1 Terluka
Twitter/BPBDBanjrnegara
Nasional

Kenaikan curah hujan memicu tebing setinggi 25 meter di Desa Pagentan, Banjarnegara, Jawa Tengah longsor dan menimpa rumah warga. Empat orang meninggal dalam musibah ini.

WowKeren - Indonesia harus mewaspadai berbagai bencana alam di tengah musim penghujan seperti sekarang, termasuk tanah longsor. Pasalnya bencana tanah longsor pun bisa berakibat fatal seperti yang terjadi di Banjarnegara, Jawa Tengah dan menewaskan empat warga.

"Empat orang meninggal dunia dan satu orang lainnya mengalami luka," ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara, Andri Sulistyo, dikutip dari ANTARA, Sabtu (20/11). "Dalam kejadian tebing longsor Desa Pagentan, Kecamatan Pagentan."

Insiden tebing longsor ini terjadi pada Jumat (19/11) malam. Dijelaskan Andri, tebing memiliki ketinggian sekitar 25 meter dengan kemiringan sangat terjal mencapai 70 derajat.

"Saat kejadian tidak dalam kondisi hujan, karena hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang terjadi sebelumnya, yakni pada siang hingga sore hari atau beberapa jam sebelum kejadian," kata Andri. Tebing terjal tersebut pun longsor dan menimpa dan merusakkan dua rumah warga.


Bukan hanya itu, empat warga pun meninggal akibat tertimbun longsoran tebing. Yakni B (14), F (11), A (seorang bidan, tak disebutkan usianya), dan P (38). Sedangkan korban luka, PO (7), saat ini sedang dirawat di Puskesmas 1 Pagentan.

Longsor tebing juga menyebabkan akses jalan yang menghubungkan Pagentan-Pejawaran ditutup sementara waktu. Saat ini area jalan terkait pun sedang dibersihkan dari puing-puing dan material longsoran. "Setelah material longsoran dibersihkan dari badan jalan, maka nantinya akses jalan akan kembali dibuka," imbuh Andri.

Sedangkan terkait operasi pencarian dan evakuasi, disebutkan Andri sudah digelar sejak Jumat malam sampai Sabtu (20/11) dini hari. Namun operasi pencarian dan evakuasi telah dihentikan pada pukul 05.00 WIB lalu dilanjutkan dengan kegiatan pembersihan material longsoran.

"Operasi pencarian oleh tim gabungan dilakukan selama enam jam, menggunakan alat cangkul dan alat berat, lebih dari 100 personel membantu proses pencarian," jelas Andri. "Dan pada saat ini seluruh korban meninggal dan juga korban luka telah ditemukan serta sudah dievakuasi."

Andri pun mengingatkan warga Banjarnegara untuk lebih waspada terhadap potensi bencana tanah longsor menyusul peningkatan curah hujan dalam beberapa waktu belakangan. "Bagi yang tinggal di lokasi rawan longsor agar segera mengungsi jika turun hujan dengan intensitas tinggi dan durasi lama," pungkasnya.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts