Epidemiolog Ungkap Penyebaran COVID-19 Di RI 100 Persen Berasal Dari Varian Delta
AFP
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Pemerintah hingga saat ini masih terus berupaya untuk bisa keluar dari pandemi COVID-19. Terlebih masih dibayang-bayangi oleh bahaya masuknya varian baru COVID-19 ke RI.

WowKeren - Kondisi pandemi COVID-19 di Indonesia saat ini memang telah menunjukkan perbaikan. Meski demikian, penyebaran atau penularan COVID-19 masih terjadi di Indonesia.

Mengenai penyebaran COVID-19 di Indonesia saat ini, seorang Epidemiolog menyebut seluruhnya berasal dari varian Delta. Mengingat varian Delta memiliki bilangan reproduksi dasar 5-8, maka varian ini membuat vaksin yang digunakan saat ini harus diperluas cakupannya hingga lebih dari 100 persen populasi penduduk. Artinya bahwa kekebalan komunal atau herd immunity tidak akan pernah terjadi.

Adapun kalkulasi virus tersebut diungkapkan oleh Windhu Purnomo selaku Epidemiolog dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Jawa Timur. "Dari data Whole Genome Sequence, sudah sejak awal Oktober atau akhir September lalu, sampel yang ada sudah 100 persen Delta," ungkap Windhu kepada Tempo, Jumat (19/11).

Windhu menjelaskan mengenai perbandingan daya menular varian Delta dengan varian lainnya. Seperti daya tular virus COVID-19 yang pertama kali menyebar di Wuhan, Tiongkok, sebesar 2,4-2,6 atau virus yang memicu terjadinya gelombang pertama di Eropa pada tahun lalu, memiliki daya tular 3, serta varian Alpha menyebar di Inggris sebesar 4-5.


Mengenai kalkulasinya, Windhu menggunakan nilai efikasi vaksin COVID-19 rata-rata 75 persen untuk mewakili sejumlah vaksin yang digunakan di Indonesia seperti Sinovac, AstraZeneca, Pfizer, dan Moderna. Sebagai informasi, vaksin COVID-19 yang terbesar digunakan di Indonesia adalah Sinovac dan AstraZeneca.

Dengan adanya varian Delta yang telah menyebar di Indonesia, maka menurut Windhu tingkat vaksinasi untuk mencapai herd immunity adalah 111 persen atau melebihi populasi penduduk. Apalagi kalau kemasukan subvarian Delta yang lebih menular seperti AY.4.2. atau Delta Plus.

Hal itu lah yang menyebabkan Windhu menilai bahwa tindakan pemerintah dalam menjaga seluruh pintu masuk ke Indonesia dari kemungkinan masuknya varian Delta Plus atau lainnya sudah tepat. Termasuk juga aturan karantina dan screening yang dilakukan pemerintah.

Di sisi lain, Windhu juga berharap tidak ada lagi mafia yang bisa mengabaikan semua aturan yang telah dibuat tersebut. Selain itu, ia juga menegaskan prinsip tetap melakukan vaksinasi COVID-19 terhadap semua orang.

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts