BMKG Beri Peringatan Daerah di Jatim Siaga Banjir, Malang Raya Siapkan Tanggap Bencana
Pixabay
Nasional

Bencana alam seperti banjir dan tanah longsor di masa musim hujan sekarang ini menghantui sejumlah wilayah di Indonesia. Baru-baru ini, BMKG memprediksi cuaca dan potensi banjir di wilayah Jatim.

WowKeren - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali menyampaikan prediksinya mengenai cuaca dan potensi bencana alam yang terjadi di Indonesia. Kali ini, BMKG memprediksi bakal terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah Jawa Timur.

Berdasarkan prediksi dari BMKG, Malang Raya menjadi wilayah dengan status siaga banjir. Menanggapi hal ini, pemerintah daerah (Pemda) setempat pun telah mempersiapkan langkah tanggap bencana.

Melansir detik.com, Sabtu (20/11), sejak pagi hingga pukul 12.00 WIB, Malang Raya diketahui dalam kondisi mendunf. Kemudian di atas pukul 12.00 WIB, mulai gerimis.

Sementara itu, Wali Kota Malang, Sutiaji menuturkan bahwa pihaknya telah menginstruksikan kepada lurah yang memiliki wilayah di aliran sungai, untuk meningkatkan kewaspadaan. Selain itu, Kota Malang sudah menetapkan siaga bencana hidrometeorologi bersamaan dengan masuknya musim hujan.

"Kami sudah instruksikan para lurah, khususnya punya wilayah di sepadan sungai agar meningkatkan kewaspadaan," jelas Sutiaji kepada detik.com, Sabtu (20/11). "Setelah ada peringatan dari BMKG, akan terjadi hujan lebat selama dua hari ini."


Lebih lanjut, Sutiaji menuturkan bahwa peringatan dini hujan akan diberikan kepada masyarakat di bantaran sungai, bila diketahui debit air sungai mulai naik. "Sehingga bisa segera mengevakuasi warga di titik aman," imbuhnya.

Seperti yang diketahui sebelumnya, ratusan kepala keluarga yang tinggal di bantaran Sungai Brantas terdampak banjir banding beberapa waktu lalu, harus mengungsi lantaran rumahnya terendam banjir bercampur lumpur. Sama halnya dengan Malang Raya, siaga banjir bandang juga dilakukan oleh Pemkot Batu.

Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso menuturkan bahwa kearifan lokal menjadi pilihan dalam memberikan peringatan kepada masyarakat yang tinggal di bantaran sungai yakni dengan menggunakan kentongan. "Untuk memberikan peringatan kepada masyarakat ketika ada potensi banjir," jelas Punjul.

Lebih lanjut, Punjul menuturkan bahwa tim tanggap darurat juga telah dibentuk hingga tingkat desa. Menurutnya, hal ini perlu dilakukan untuk memudahkan sosialisasi kepada masyarakat.

"Sehingga akan mudah dalam memberikan sosialisasi kepada masyarakat termasuk langkah-langlah dalam mengantisipasi adanya potensi bencana," terang Punjul.

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait