Kemnaker Sebut Hasil Survei Tunjukkan Pekerja Wanita Jadi yang Paling Terdampak Pandemi COVID-19
Instagram/kemnaker
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Berdasarakan hasil survei yang dipaparkan oleh Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), menunjukkan bahwa adanya penurunan angka pekerja wanita. Hal ini terjadi selama pandemi COVID-19 melanda.

WowKeren - Dengan adanya pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia selama ini, telah memiliki banyak dampak pada kehidupan masyarakat, khususnya pada sektor pasar tenaga kerja. Staf khusus Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Hindun Anisah menerangkan bahwa hasil survei menunjukkan pasar tenaga kerja Indonesia saat ini mengalami pelemahan.

Lebih lanjut, Hindun mengatakan bahwa ada sekitar 2.228.561 pekerja yang telah kehilangan pekerjaan dan tingkat pengangguran meningkat sekitar 1,32 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya, tingkat pengangguran 6,26 persen. Menurutnya, perempuan menjadi salah satu kelompok yang rentan terpengaruh adanya pandemi COVID-19.

"Kalau kita lihat terjadi penurunan tingkat partisipasi angkatan kerja sebesar 0,07 persen dan peningkatan tingkat pengangguran sebesar 0,45 persen dari angkatan kerja perempuan di pasar tenaga kerja," papar Hindun dalam keterangannya, Senin (22/11).


Selain itu, Hindun mengatakan bahwa kondisi penurunan angkatan kerja perempuan tidak hanya terjadi di Indonesia saja, akan tetapi juga melanda hampir di seluruh negara ASEAN. Maka dari itu, ia berharap dalam situasi yang masih pandemi seperti sekarang ini, pemerintah bersama stakeholder lainnya ikut bekerja dalam meningkatkan angkatan pekerja, khususnya perempuan.

Dalam upaya untuk meningkatkan angka pekerja wanita di masa pandemi COVID-19, kata Hindun, dibutuhkan rumusan untuk memberdayakan dan melindungi tenaga kerja perempuan yang semakin rentan selama krisis pandemi. Termasuk peningkatan kesadaran tentang peran perempuan dan perlindungan perempuan dalam angkatan kerja menjadi hal yang sangat penting.

Hal itu lantaran mengingat perempuan merupakan salah satu kelompok rentan yang perlu ditingkatkan peran dan perlindungannya. Di sisi lain, Kemnaker juga terus mendorong agar tercipta perlindungan dan rasa aman dalam pemenuhan hak bagi para pekerja perempuan.

Maka dari itu, Hindun menuturkan untuk itu, serikat pekerja atau buruh diminta untuk terus melakukan dialog dengan manajemen perusahaan terkait hal tersebut. "Saat ini pemerintah terus berupaya untuk bersama-sama mendorong agar terjadi peningkatan jumlah pekerja perempuan yang ada di Indonesia," tandas Hindun.

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts