Kemenkes: Vaksin Booster Baru Direkomendasikan Untuk Nakes, Lansia dan Penderita Penyakit Imunitas
AP Photo/Mary Altaffer
Nasional
Vaksin COVID-19

Juru bicara vaksinasi COVID-19 Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, menjelaskan target sasaran vaksinasi COVID-19 booster tersebut telah sesuai dengan penelitian global dan anjuran WHO saat ini.

WowKeren - Kementerian Kesehatan RI menegaskan bahwa vaksinasi COVID-19 dosis ketiga alias booster masih menunggu kajian yang matang. Juru bicara vaksinasi COVID-19 Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, menjelaskan bahwa rencana pemberian vaksinasi COVID-19 booster di awal tahun 2022 sementara baru menyasar warga lanjut usia (lansia) dan warga berusia di atas 18 tahun yang memiliki gangguan imunitas.

Selain itu, vaksinasi COVID-19 booster juga diberikan kepada tenaga kesehatan (nakes) yang programnya kini sudah dimulai. Adapun target sasaran vaksinasi COVID-19 booster tersebut telah sesuai dengan penelitian global dan anjuran WHO saat ini.

"Kita tahu bahwa pemberian vaksinasi booster atau dosis ketiga yang sudah keluar rekomendasinya hanya kepada tenaga kesehatan yang sudah dimulai, lalu lansia dan usia di atas 18 tahun dengan penyakit imunitas," papar Nadia, Selasa (23/11).

Vaksinasi booster untuk orang-orang di luar kelompok tersebut nantinya masih menunggu rekomendasi global. "Vaksinasi (booster) di luar kelompok rentan masih menunggu berbagai pertimbangan dan rekomendasi dunia," tambahnya.


Menurut Nadia, para lansia akan mendapat vaksinasi booster secara gratis. Sementara itu, pemerintah kini masih menghitung perkiraan harga untuk rencana vaksinasi booster berbayar. Namun pelaksanaan vaksinasi booster berbayar ini masih belum diketahui kapan akan dilakukan.

Selain itu, pemerintah juga masih belum memutuskan sasaran vaksinasi booster non-lansia yang terdaftar sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan. Pasalnya, peserta PBI akan menjadi tanggungan pemerintah alias biayanya digratiskan.

"Walaupun kita sudah mengalokasikan anggaran (vaksinasi booster) untuk PBI (penerima bantuan iuran), tapi kita akan lihat rekomendasi dunia," terangnya.

Adapun vaksinasi booster ini akan menggunakan merek vaksin COVID-19 yang telah mendapat izin penggunaan darurat (EUA) dari BPOM. Hingga kini, sudah ada 11 merek Vaksin COVID-19 yang telah mendapat restu BPOM, antara lain Sinovac, CoronaVac (vaksin Sinovac yang diproduksi PT Bio Farma), AstraZeneca, Sinopharm, Moderna, Pfizer, Janssen, CanSino, Sputnik V, Zifivax, dan Covovax.

"Setidaknya 11 jenis vaksin plus vaksin Merah Putih itu akan menjadi alternatif, baik pada vaksinasi program pemerintah maupun program berbayar (booster)," pungkasnya.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts