IDI Prediksi COVID-19 Pandemi Bisa Segera Selesai, Epidemiolog Tanggapi Begini
Instagram/sehatsurabayaku
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Ketua terpilih Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Adib Khumaidi, sempat menyatakan bahwa pandemi COVID-19 akan selesai apabila pada bulan Desember dan Januari mendatang tak ada lonjakan kasus

WowKeren - Ketua terpilih Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Adib Khumaidi, sempat menyatakan bahwa pandemi di Indonesia bisa selesai pada Desember 2021 atau Januari 2022 apabila tak ada lagi kasus COVID-19. Pernyataan IDI ini lantas ditanggapi oleh epidemilog dari Griffith University Australia, Dicky Budiman.

"Ini berdasarkan analisis terakhir, pandemi ini, jangankan akhir 2021, bahkan awal tahun 2022 itu belum bisa kita yakini selesai. Bahkan kemungkinan pertengahan tahun 2022 pun sulit," tutur Dicky.

Dicky menuturkan bahwa pandemi bisa saja berakhir pada akhir tahun 2022 mendatang. Namun hal tersebut juga baru bisa terwujud apabila beberapa kondisi telah terpenuhi.

"Kalau akhir tahun 2022 kemungkinan (pandemi berakhir) itu ada, dengan asumsi bahwa cakupan vaksinasi yang 2 dosis dunia itu setidaknya bisa dicapai," katanya. "Ya tidak usah 70 persen lah, menurut saya 60 persen atau 50+ lah, tapi merata di seluruh dunia."

Sementara vaksinasi di negara-negara maju diharapkan sudah jauh melebihi target. Yakni minimal cakupannya telah mencapai 80 persen untuk dosis kedua, atau bahkan sudah memulai program dosis ketiga alias booster.


"Jika kondisi sudah demikian, dunia baru bisa sedikit berharap status pandemi akan dicabut oleh WHO," ujarnya. "Di situlah besar harapan kita memasuki masa kasus itu sudah terkendali, sehingga beban di faskes sudah jauh, bahkan secara konsisten setidaknya, dua bulan atau satu bulan itu sudah terkendali."

Menurut Dicky, WHO baru bisa mencabut status pandemi apabila sudah ada beberapa negara atau kawasan benua yang kasus infeksinya dapat terkendali. Nantinya, wilayah dunia akan dibagi ke dalam kategori terkendali, endemi, dan epidemi.

Endemi adalah wilayah yang masih mengalami ledakan kasus, namun dalam skala sangat kecil dan jarang. Sedangkan epidemi adlah wilayah yang beberapa kawasannya potensial terjadi infeksi dengan kasus tinggi.

"Skenario besarnya seperti itu nanti. Jadi kalau bicara berakhir Desember, ya kayaknya enggak. Enggak cukup didukung dengan data atau asumsi yang ada saat ini," tukasnya.

Sebagai informasi, Adib sebagai Ketua PB IDI sempat menyatakan bahwa pandemi COVID-19 akan selesai apabila pada Desember dan Januari tak ada lonjakan kasus. Oleh sebab itu, ia meminta seluruh masyarakat untuk mempertahankan penurunan kasus COVID-19 dan terus disiplin menjalankan protokol kesehatan.

"Parameter yang selalu saya sampaikan, di Desember Januari ini (jika) tidak ada lonjakan kasus positif dan tidak ada lonjakan kasus pasien yang ada di perawatan, mudah-mudahan kita bisa selesai dengan pandemi COVID-19," ujar Adib dalam diskusi daring.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts