Satgas COVID-19 Ungkap Indonesia Kemungkinan Bisa Lolos Dari Gelombang Ketiga Pasca Nataru
AFP
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito, menilai dengan gotong royong seluruh lapisan masyarakat dan pemerintah, hal tersebut bisa saja tercapai.

WowKeren - Menjelang periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) bulan depan, Indonesia bersiap untuk menghadapi potensi gelombang ketiga COVID-19. Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 lantas tak menutup kemungkinan Indonesia bisa lolos dari ancaman gelombang ketiga pasca Nataru.

Menurut Juru Bicara Satgas COVID-19, Wiku Adisasmito, Indonesia bisa lolos dari gelombang ketiga jika memenuhi sejumlah syarat. Salah satunya adalah terus disiplin menerapkan protokol kesehatan.

"Tidak menutup kemungkinan Indonesia bisa lolos dari ancaman gelombang ketiga pasca periode Nataru nanti jika setidaknya penerapan protokol kesehatan serta cakupan vaksinasi terus ditingkatkan," tutur Wiku dalam konferensi pers pada Kamis (25/11).

Wiku mengakui bahwa hal tersebut tidaklah mudah. Namun dengan gotong royong seluruh lapisan masyarakat dan pemerintah, tutur Wiku, hal tersebut bisa saja tercapai.

"Kunci kesuksesan kita menghadapi periode Nataru nanti ada dua. Yaitu yang pertama, kesadaran masyarakat untuk tetap memakai masker dan menjaga jarak serta tidak menunda-nunda untuk divaksin," papar Wiku.


Yang kedua adalah keseriusan pemerintah dalam pengawasan protokol kesehatan. Dan juga distribusi vaksin di wilayah-wilayah yang cakupannya masih rendah.

Sementara itu, Wiku juga mengungkapkan bahwa Indonesia dapat belajar dari negara lain yang sukses menekan angka COVID-19, salah satunya Jepang. Menurut Wiku, kasus COVID-19 di Jepang sudah turun 99,5 persen dari puncak kasus dan telah bertahan selama 157 hari.

"Pencapaian Indonesia dikatakan mampu bersaing dengan negara-negara ini. Negara kita telah berhasil menurunkan kasus hingga 99,3 persen dari puncak lonjakan. Mirip dengan Jepang. Dan berhasil dipertahankan selama 130 hari," ungkap Wiku.

Di sisi lain, pemerintah telah mengambil sejumlah langkah untuk mencegah terjadinya gelombang ketiga COVID-19. Seperti menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level dari 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022 mendatang. Tidak hanya itu, pemerintah juga telah menyiapkan sekitar 1.200 rumah sakit rujukan COVID-19.

Siti Nadia Tarmizi selaku Juru Bicara (Jubir) Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan bahwa persiapan rumah sakit rujukan itu merupakan salah satu strategi pemerintah dalam menghadapi ancaman gelombang ketiga. Selain itu, pihaknya juga menyiapkan fasilitas kesehatan lainnya, seperti Puskesmas untuk mengantisipasi apabila terjadi lonjakan kasus COVID-19.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts