Hingga saat ini, Polda Metro Jaya masih belum merilis izin keramaian untuk acara Reuni 212. Menurut Eka Jaya selaku Ketua Panitia Reuni 212, mereka mengalami kendala dalam mengurus perizinan tersebut.
- Bertilia Puteri
- Jumat, 26 November 2021 - 14:04 WIB
WowKeren - Persaudaraan Alumni 212 berencana untuk menggelar acara reuni di DKI Jakarta pada 2 Desember 2021 mendatang. Namun hingga saat ini, Polda Metro Jaya masih belum merilis izin keramaian untuk acara Reuni 212 tersebut.
Menurut Eka Jaya selaku Ketua Panitia Reuni 212, mereka mengalami kendala dalam mengurus perizinan tersebut. Eka menyebut ada banyak persyaratan yang diminta oleh pihak Polda Metro Jaya.
"Sebetulnya kami ini persyaratan yang dari Polda," ungkap Eka pada Jumat (26/11). "Kami sudah seminggu lalu buat surat perizinan, tapi dalam persyaratan harus ada rekomendasi dari Dishub DKI dan Gugus Tugas COVID-19."
Pihak panitia mengaku telah mengajukan surat rekomendasi ke pihak Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta. "Mereka (Dishub DKI) bilang kami selama ini tak pernah keluarkan rekomendasi. Nah, jadi kami menunggu dari Polda, nanti Intelkam mereka akan memberikan izin dan itu ada rapat teknis biasanya untuk pengaturan lalin," lanjutnya.
Hal ini lantas membuat Eka merasa heran. Ia merasa Polda Metro Jaya saling lempar dengan Dishub DKI terkait surat rekomendasi Reuni 212 tersebut.
"Jadi kendalanya di situ, saya sudah bicara dengan Kadishub DKI, selama ini mereka tidak pernah keluarkan surat rekomendasi," paparnya. "Jadi ini kayak mana lebih dulu telur sama ayam, dipingpong kami, saling lempar."
Meski demikian, Eka memastikan bahwa panitia akan terus berupaya mendapatkan izin dari pihak kepolisian. Ia pun memastikan bahwa Reuni 212 kan berjalan dengan damai dan meminta aparat untuk tidak terlalu khawatir.
"Kami mencoba memenuhi. Karena ini hajat umat, bukan hajat dari Jakarta saja tapi dari luar Jakarta, luar negeri," katanya. "Karena memang ini aksi super damai yang mengumpulkan jutaan orang dan tidak terjadi keributan apa pun. Bersih, nyaman, aman, damai."
Apabila nantinya izin acara tidak dikeluarkan, pihak panitia disebut tetap akan menggelar acara "Aksi Super Damai". Namun mereka hanya akan menyampaikan surat pemberitahuan, tanpa surat izin.
"Tetap gelar di Patung Kuda. Kalau memang izin tidak diberikan juga maka kami akan melakukan aksi damai atau aksi super damai lah. Tetapi itu kan nanti akan ada orasi-orasi dari mobil-mobil komando mungkin," pungkasnya.
(wk/Bert)