Usai Putusan MK Soal UU Ciptaker, Buruh Hingga Mahasiswa Bakal Lakukan Demo Besar-Besaran
Nasional
Pengesahan UU Cipta Kerja

Menanggapi putusan MK soal UU Ciptaker, buruh hingga mahasiswa disebut akan melakukan aksi demo dan mengepung Istana untuk menyampaikan tuntutan kepada Presiden Jokowi.

WowKeren - Setelah Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan meminta pemerintah dan DPR untuk memperbaiki Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker), kini menjadi sorotan dari publik. Menanggapi putusan ini, Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak) yang terdiri dari buruh, mahasiswa, petani, dan kelompok masyarakat sipil lainnya menyatakan akan melakukan unjuk rasa besar-besaran.

Adapun unjuk rasa itu diketahui akan dilaksanakan di depan Istana Merdeka pada Senin pekan depan, tepatnya 29 November 2021. Sementara itu, Perwakilan Komite Politik Buruh Indonesia (KPBI) yang tergabung dalam Gebrak, Andi Panca mengatakan bahwa pihaknya akan menuntut Presiden Joko Widodo agar menerbitkan Keputusan Presiden (Keppres) mengenai kenaikan upah 2022 setelah MK menyatakan UU Ciptaker inkonstitusional bersyarat.

Lebih lanjut, Andi menegaskan bahwa poin ketujuh dalam putusan MK mengenai uji formil UU Omnibus Law itu menyatakan agar semua aturan-aturan pelaksana UU tersebut harus ditangguhkan. Maka dari itu, ia menilai bahwa Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan yang mengatur upah 2022 naik hanya 1,09 persen dibatalkan demi hukum.


Andi bahkan menyatakan bahwa Indonesia tidak mungkin menjalankan aturan yang bermasalah. "Kan enggak mungkin Republik ini bergerak berdasarkan aturan UU yang cacat hukum, saya mau menyampaikan bahwa ini enggak bisa ditolerir," tutur Andi dalam konferensi pers yang digelar di LBH Jakarta, Jakarta Pusat, Jumat (26/11).

Andi melihat bahwa semua aturan turunan UU Ciptaker itu tidak sah, maka hal ini lah yang menjadi landasan untuk mengajak buruh di berbagai kabupaten/kota untuk meminta Jokowi menerbitkan Keppres karena ada kekosongan hukum. Kemudian, ia juga menyebut bahwa Gebrak akan melakukan mobilisasi secara besar-besaran bersama organisasi pergerakan buruh lainnya.

Andi memperkirakan bahwa akan ada sekitar puluhan ribu buruh yang bakal dikerahkan ke kota dan mengepung Istana. "Agar presiden bersikap dan mendukung perjuangan rakyat pekerja," imbuhnya.

Di sisi lain, perwakilan Liga Mahasiswa Nasional Demokrasi Dewan Nasional (LMND DN), Aldi juga menyerukan kepada mahasiswa di berbagai daerah untuk ikut turun ke jalan pada 29 November dan mengepung Istana. Menurutnya, dengan adanya kebijakan upah yang rendah, maka hal tersebut juga mengancam kehidupan mahasiswa di masa mendatang saat menjadi pekerja.

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts