Alasan 3 Warga di Sleman Didenda Rp 50 Ribu Usai Beri Uang ke Manusia Silver
Pixabay
Nasional

Ketiga warga tersebut kedapatan masing-masing memberikan uang Rp 1.000 kepada manusia silver di pertigaan Jalan Solo-Yogya, Maguwoharjo, Kabupaten Sleman, DIY.

WowKeren - Tiga orang warga di Sleman, DIY, mendapat denda masing-masing Rp 50 ribu usai mereka kedapatan memberi uang kepada manusia silver. Mereka masing-masing memberikan uang Rp 1.000 kepada manusia silver di pertigaan Jalan Solo-Yogya, Maguwoharjo, Kabupaten Sleman.

Hal ini telah dikonfirmasi oleh Kepala Satpol PP DIY, Noviar Rahmad. Menurut Noviar, ketiga warga Sleman tersebut mengikuti sidang tindak pidana ringan (Tipiring) di Pengadilan Negeri Sleman pada Jumat (26/11).

"Itu (denda) lewat sidang di pengadilan negeri. Sidang tipiring pelanggaran Perda DIY nomor 1 tahun 2014 tentang Penanganan Gelandangan dan Pengemis," papar Noviar.

Lebih lanjut, Noviar menjelaskan bahwa Pasal 22 ayat (1) Perda tersebut mengatur bahwa setiap orang/lembaga/badan hukum dilarang memberi uang/ barang kepada gelandangan pengemis di tempat umum. Pelanggar dapat terancam pidana kurungan selama 10 hari, dan/atau denda paling banyak Rp 1 juta.

"Kalau ancamannya Rp 1 juta tapi pengadilan memutuskan hanya Rp 50 ribu," tutur Noviar.


Sidang dan sanksi tersebut diharapkan bisa menghadirkan efek jera. Dengan demikian, masyarakat diharap tak lagi melanggar Perda tersebut.

"Imbauan kepada masyarakat untuk tidak memberi sumbangan kepada mereka di tempat umum, tapi silakan mendermakan rejekinya ke lembaga yang menyalurkan sumbangan," jelas Noviar.

Sementara itu, Kabid Penegakan Perundang-undangan Satpol PP DIY Nur Hidayat memaparkan bahwa ketiga orang tersebut terjaring dalam operasi yustisi. "Diamankan Rabu (24/11) sekitar jam 12 siang saat mereka sedang memberikan uang ke manusia silver," ungkapnya.

Ketiga orang tersebut berinisial W dan M yang merupakan warga Kalasan, Sleman. Dan satu lagi berinisial S yang merupakan warga Prambanan, Sleman. "Ini jadi peringatan ke masyarakat untuk tidak sembarangan memberikan uang ke pengemis atau gelandangan," ujarnya.

Menurut Nur Hidayat, ini merupakan pertama kalinya pemberi uang kepada gelandangan atau pengemis dikenakan pidana denda oleh Pemda DIY melalui Satpol PP. Nur Hidayat menegaskan bahwa operasi yustisi ini masih akan terus berlanjut hingga akhir tahun nanti.

"Terlepas dari pemberian pidana denda yang tidak terlalu tinggi, ini sudah merupakan progres bagi Satpol PP DIY karena bagaimanapun maraknya pengemis dan gelandangan di DIY harus dicari solusi bersama," pungkasnya.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts