Anak Panti Asuhan Korban Pemerkosaan dan Penganiayaan di Malang Disemangati Mensos Risma
Instagram/trirismaharini.official
Nasional

Menteri Sosial Tri Rismaharini lantas menemui HN dan melakukan perbincangan tertutup di salah satu ruangan kantor UPT Perlindungan dan Pelayanan Sosial Petirahan Anak (UPT PPSPA) Batu, Jatim.

WowKeren - Kasus pemerkosaan dan penganiayaan seorang anak panti asuhan di Kota Malang, Jawa Timur, sempat menghebohkan media sosial. Korban berinisial HN yang baru berusia 13 tahun tersebut diperkosa dan kemudian dianiaya oleh istri pelaku pemerkosaan tersebut.

Menteri Sosial Tri Rismaharini lantas menemui HN dan melakukan perbincangan tertutup di salah satu ruangan kantor UPT Perlindungan dan Pelayanan Sosial Petirahan Anak (UPT PPSPA) Batu, Jatim. Dalam pertemuan tersebut, Risma memberikan motivasi kepada HN dan mengingatkannya untuk tidak berhenti belajar.

Untuk mendukung kegiatan belajar HN yang duduk di kelas 6 SD tersebut. Risma memberikan sejumlah peralatan sekolah. Mulai dari laptop untuk belajar online, seragam sekolah, hingga buku-buku inspiratif yang bisa menambah pengetahuan.

Menurut Yusmanu selaku Kepala UPT PPSPA Bima Sakti Kota Batu Dinsos Jatim, kondisi HN sudah semakin membaik kala bertemu dengan Risma pada Minggu (28/11) kemarin. HN disebut sudah bisa kembali tersenyum meski masih belum berani untuk bertemu dengan banyak orang.


"Jadi kondisi anak saat ini baik, tapi jangan banyak orang dulu, tadi sebelum ke sini masih labil. Yang jelas kondisi sudah membaik mulai tersenyum," ungkap Yusmanu dalam keterangannya, Senin (29/11). "Ada ibu, adiknya, dan ayah sambungnya di sini (UPT PPSPA) semua."

Yusmanu mengungkapkan bahwa Kemensos memberikan dukungan penuh untuk pemulihan trauma HN. Salah satunya adalah dengan menugaskan psikolog dan tenaga Satuan Bakti Pekerja Sosial (Sakti Peksos). Dengan dukungan Kemensos dan pihak terkait lainnya, tutur Yusmanu, UPT PPSPA akan mendampingi korban hingga kondisi psikologisnya pulih kembali.

"Untuk keperluan trauma healing, sengaja tidak melibatkan banyak personel," terangnya. "Di sini kami dibantu psikolog, ada Sakti Peksos. Mudah-mudahan kondisi HN segera pulih."

Sementara itu, Agung Suhartoyo selaku Kasubdit Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus Direktorat Anak Kemensos mengungkapkan bahwa Risma terus memberi semangat untuk HN agar ia kembali bangkit dan ceria. Agung menegaskan bahwa fokus Kemensos dalam kasus ini adalah pemulihan psikologis korban.

"Instruksi Mensos sudah dari awal, yaitu memberikan perhatian penuh dengan kasus ini. Di sisi lain Kemensos punya tanggung jawab untuk memastikan bahwa anak tersebut kembali normal," pungkasnya. "Apakah lewat rehabilitasi atau apapun yang penting anak itu membaik dan diterima oleh masyarakat, serta anak bisa belajar dan tumbuh kembang baik."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts