Waspada COVID-19 Omicron, RI Langsung Evaluasi 19 Negara yang Boleh Masuk Bali dan Kepri
Nasional
Mutasi Corona Masuk Indonesia

Presiden Joko Widodo mengingatkan perlunya mitigasi dan antisipasi sedini mungkin dalam menghadapi virus Corona varian Omicron (B.1.1.529) yang sedang berkembang luas.

WowKeren - Dunia sedang digegerkan dengan virus Corona varian Omicron (B.1.1.529). Varian ini disebut memiliki jauh lebih banyak mutasi di protein durinya (spike protein) dan dikhawatirkan jauh lebih cepat menular hingga kebal terhadap vaksin.

Presiden Joko Widodo ikut menyoroti varian baru tersebut dan tentu saja meminta Indonesia untuk lebih mewaspadainya. "Dan di tahun 2022, pandemi COVID-19 masih menjadi ancaman dunia dan juga ancaman bagi negara kita, Indonesia. Selain varian lama, di berbagai negara telah muncul varian baru, varian Omicron, yang harus menambah kewaspadaan kita," tutur Jokowi, Senin (29/11).

Kewaspadaan terhadap varian Omicron ini yang mendorong pemerintah untuk mengevaluasi daftar negara yang bisa melakukan kunjungan wisata ke Bali dan Kepulauan Riau. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Sandiaga Uno menyebut hal ini dibahas di rapat terbatas pada Senin (29/11) sore, termasuk untuk menyesuaikan berbagai kebijakan terkait perjalanan.

"Jumlah negara ini akan dievaluasi," kata Sandiaga. "Karena ada beberapa negara yang mengalami lonjakan kasus, baik sebelum Omicron dan setelah Omicron. Pengumumannya setelah ratas ini."


Meskipun Indonesia belum melaporkan temuan varian Omicron, namun beberapa negara seperti Hong Kong dan Belgia sudah. Karena itulah diperlukan penyesuaian terkait kebijakan perjalanan internasional.

"Pemerintah akan melakukan evaluasi pembukaan wsiata untuk wisatawan mancanegara secara berkala," tutur Sandiaga. "Ini akan dikoordinasikan dengan Kemenkomarves dan Kemenlu."

Walau demikian, sejatinya aspek wisatawan mancanegara di Indonesia masih belum menunjukkan perbaikan signifikan. Badan Pusat Statistik (BPS) membandingkan jumlah kunjungan wisman pada Januari-September 2021 jauh lebih rendah daripada realisasi di periode yang sama tahun sebelumnya.

Jokowi juga mengingatkan soal pentingnya antisipasi dan mitigasi varian Omicron sejak dini. Ketidakpastian di bidang kesehatan dan ekonomi harus menjadi basis perencanaan serta pelaksanaan berbagai program ke depannya.

Jokowi mengingatkan, jangan sampai kemunculan varian baru COVID-19 mengganggu program reformasi struktural dan pemulihan ekonomi nasional. Karena itu pula Jokowi mendorong Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2022 bisa dirancang untuk responsif, antisipatif, serta fleksibel.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts