Ditengah 'Ancaman' Varian Omicron, Kemenkes Fokus Kejar Target Vaksinasi COVID-19
AFP
Nasional
Vaksin COVID-19

Hingga saat ini pemerintah masih terus menggencarkan vaksinasi COVID-19 terhadap penduduk Indonesia. Terlebih saat ini tengah muncul varian baru yang disebut lebih 'ganas' dari Delta.

WowKeren - Seperti yang diketahui, saat ini dunia tengah mewaspadai varian baru COVID-19 Omicron. Apalagi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga telah mengklasifikasikan varian Omicron sebagai varian yang mengkhawatirkan atau Variant of Concern (VoC).

Sejauh ini, varian Omicron memang belum ditemukan di Indonesia, akan tetapi pemerintah telah mempersiapkan segala kebijakan untuk mencegah masuknya varian baru COVID-19 itu. Salah satunya adalah dengan tetap melaksanakan percepatan vaksinasi COVID-19 kepada penduduk Indonesia.

Siti Nadia Tarmizi selaku Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengatakan bahwa pihaknya saat ini tengah fokus mengejar target memberikan suntikan dua dosis vaksin kepada sekitar 208 juta penduduk. Sementara itu, berdasarakan data dashboard vaksinasi COVID-19 nasional melalui laman vaksin kemkes.go.id per Senin (29/11) pukul 18.00 WIB, total pemberian vaksin dosis pertama sudah mencapai 139,11 juta dosis.


Sedangkan untuk pemberian suntikan dosis kedua vaksin COVID-19 sudah mencapai 95 juta penduduk. Meski demikian, laju vaksinasi COVID-19 harian mengalami penurunan dari rata-rata 2 juta suntikan per hari. Per Minggu (28/11), jumlah dosis vaksin COVID-19 yang disuntikkan mencapai sebanyak 1.084.301, sementara Senin (29/11) hanya sebanyak 794.554 dosis.

Nadia lantas menerangkan bahwa adapun dalam mengejar cakupan vaksinasi, perluasan dan percepatan program vaksinasi COVID-19 ini terus dilakukan di sejumlah daerah dengan melibatkan daerah, khususnya yang capaian vaksinasinya melibatkan seluruh elemen yang ada. Selain itu, pemerintah pusat juga mendorong pemda, khususnya yang capaian vaksinasinya masih rendah untuk semakin giat menggencarkan program vaksinasi COVID-19.

Kemudian, Nadia mengatakan bahwa pemerintah juga terus mendorong kabupaten dan kota untuk memberikan vaksinasi non Sinovac. Apalagi di tengah ancaman varian baru COVID-19 Omicron yang disebut lebih ganas dari varian Delta.

Selain itu, kata Nadia, ada upaya lain yang juga dilakukan yakni dengan menjadikan vaksinasi COVID-19 sebagai syarat untuk beberapa kegiatan seperti saat akan masuk mal atau pusat perbelanjaan, pelaku perjalanan, dan penyaluran bantuan sosial, hingga pengurusan administrasi. Kemudian capaian vaksinasi COVID-19 ini juga dijadikan sebagai indikator dalam evaluasi penurunan PPKM di Jawa-Bali.

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts