Dinilai Sangat Cepat Menular, PB IDI Optimis Indonesia Bisa Tangkal Varian Omicron
Nasional
Mutasi Corona Masuk Indonesia

Sejauh ini, varian Omicron belum terdeteksi di Indonesia. Sementara itu, PB IDI meyakini bahwa Indonesia bisa menangkal varian COVID-19 yang dinilai sangat cepat menular itu.

WowKeren - Varian baru COVID-19 Omicron belakangan ini tengah menjadi fokus negara di dunia lantaran dinilai penularannya yang sangat cepat dari varian lainnya, bahkan Delta sekalipun. Varian ini diketahui juga telah menyebar di sejumlah negara.

Tidak hanya tingkat penularannya saja yang tinggi, varian Omicron disebut juga kebal terhadap vaksin COVID-19. Meski demikian, hal ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikannya.

Ketua Satgas COVID-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Zubairi Djoerban mengatakan bahwa pihaknya tidak yakin bahwa vaksin COVID-19 bisa menangkal varian Omicron. Menurutnya, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk membuktikan bahwa vaksin bisa menangkal penularan maupun gejala dari varian Omicron.

Kendati demikian, Zubairi menilai bahwa protokol kesehatan (prokes) tetap harus diterapkan dan dipatuhi secara ketat guna mencegah penularan varian Omicron. Apalagi, efektivitas vaksin COVID-19 terhadap varian Omicron belum teruji. Meski begitu, ia optimis bahwa Indonesia bisa melewati dan menangkal varian tersebut.


"Belajar pengalaman lalu, melihat data kasus COVID-19 yang meninggal, kosongnya rumah sakit, saya optimis bahwa kita bisa menangkal varian ini (Omicron) selama kita patuh pada prokes," papar Zubairi dalam siaran CNNIndonesia TV, Selasa (30/11).

Maka dari itu, Zubairi kembali menekankan agar masyarakat Indonesia tetap menerapkan prokes secara ketat dan disiplin. Selain itu, tentunya juga berharap agar masyarakat bisa selalu waspada dan mengikuti program percepatan vaksinasi COVID-19 pemerintah.

Lebih lanjut, Zubairi menerangkan bahwa varian Omicron terbukti memiliki kecepatan penularan yang tinggi. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya negara yang telah mendeteksi varian ini mulai dari Eropa hingga Asia.

"Virus ini lebih cepat menular, 5 kali lebih mampu kecepatan penularannya," beber Zubairi. "Terbukti dari kenaikan jumlah kasus di Afrika Selatan yang tanggal 23 November belum ada seribu kasus, terus naik jadi 2 ribu lebih, dan hari ini 3.200-an."

Sementara di Indonesia sendiri, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa belum ditemukan varian Omicron. Ia lantas menerangkan sejauh ini telah ada 128 kasus COVID-19 varian Omicron di 9 negara, kecuali Indonesia.

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts