Persiapan Wisma Atlet di Tengah Kekhawatiran Varian Omicron
AP/Manish Swarup
Nasional
Mutasi Corona Masuk Indonesia

Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet Kemayoran menyatakan siap untuk menghadapi varian COVID-19 Omicron yang pertama kali ditemukan di Afrika tersebut.

WowKeren - Negara-negara di dunia, termasuk Indonesia, kini tengah mewaspadai COVID-19 Omicron yang telah ditetapkan WHO sebagai "Variant of Concern". Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet Kemayoran menyatakan siap untuk menghadapi varian yang pertama kali ditemuka di Afrika tersebut.

"Dalam menghadapi varian Omicron yang sudah dinyatakan sebagai varian of concern, Wisma Atlet siap. Siap dalam hal personil dan peralatan medis dan obat-obatan," ujar Kepala Humas RSDC Wisma Atlet Kemayoran Kolonel Mintoro Sumego dalam keterangannya, Selasa (30/11).

Menurut Kolonel Mintoro, RSD Wisma Atlet memiliki 97 unit ICU yang saat ini hanya diisi oleh tujuh orang paien COVID-19. "Dan punya 54 ventilator yang kita siapkan. Untuk obat kita siap untuk empat bulan ke depan," katanya.

Sementara itu, pemerintah Indonesia juga telah menerapkan aturan baru untuk mengantisipasi masuknya varian Omicron. WNI yang datang dari Afrika Selatan, Botswana, Lesotho, Eswatini, Mozambique, Malawi, Zambia, Zimbabwe, Angola, Namibia, dan Hong Kong akan diwajibkan menjalani karantina selama 14 hari.


Pemerintah juga memperpanjang masa karantina bagi WNI yang datang dari negara-negara selain 11 negara tadi. Dari yang awalnya hanya lima hari menjadi tujuh hari.

Kepala Satgas Kesehatan Wisma Atlet, Imran Pambudi, lantas menjelaskan bahwa saat ini pemeriksaan whole genome sequencing (WGS) dilakukan bila ada kasus positif. Hal ini dilakukan sebagai upaya pencegahan masuknya kasus COVID-19 import, termasuk varian Omicron. WNI yang datang dari 11 negara terdampak Omicron juga akan ditempatkan di lantai khusus di Wisma Atlet.

"Upaya di Wisma Pademangan dalam rangka pengetatan adalah penyediaan lantai khusus bagi WNI yang datang dari 11 negara terdampak Omicron, (dan) pemeriksaan WGS bagi semua sampel positif," papar Imran kepada Kumparan.

Sebagai informasi, ada beberapa kategori orang yang boleh menjalani karantina di Wisma Atlet. Antara lain Pekerja Migran Indonesia (PMI), pelajar/mahasiswa, atau pegawai pemerintahan yang baru pulang dinas dari luar negeri.

"(Langkah lainnya) Pengawasan para penghuni Wisma yang lebih ketat, memberikan feedback kepada Dinas Kesehatan tentang data PPLN (Pelaku Perjalanan Luar negeri) yang datang ke daerahnya agar bisa dimonitor," pungkasnya.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts