RI Siap Berangkatkan Umrah 2021, Tahun Depan Bakal Selenggarakan Haji?
Nasional

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dan jajaran mulai mempersiapkan skenario pemberangkatan jemaah Umrah 2021. Lantas mungkinkah ibadah Haji juga digelar tahun depan?

WowKeren - Indonesia sedianya memberangkatkan jemaah Umrah pada Desember 2021. Namun terdapat beberapa peraturan ketat yang diatur Arab Saudi, termasuk soal jenis vaksin yang sudah diakui dan belum.

Pada intinya, jemaah Umrah harus menjalani serangkaian protokol kesehatan karena Umrah diselenggarakan di tengah pandemi COVID-19. Lantas dengan segala persiapan itu, mungkinkah Indonesia juga memberangkatkan jemaah Haji pada tahun 2022 mendatang?

Sayangnya menurut Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, pihaknya belum menerima undangan dari pemerintah Arab Saudi untuk membahas dan menandatangani nota kesepahaman (MoU) penyelenggaraan Ibadah Haji 1443 Hijriah. Meski demikian, pihak Kemenag sudah mulai mempersiapkan berbagai komponen termasuk akomodasi hingga simulasi protokol kesehatan yang berlaku di Arab Saudi.

"Seperti kapasitas maksimum jemaah di tiap kamar dan juga di bus," jelas Yaqut, Selasa (30/11). Karena itulah, Yaqut mendorong semua pihak terutama yang akan berangkat Umrah untuk selalu mematuhi protokol kesehatan dan kebijakan yang berlaku.



Yaqut menganalogikan pelaksanaan Umrah kali ini sebagai simulasi memberangkatkan jemaah Haji tahun depan. Bila sukses, maka besar kemungkinan Arab Saudi akan mengizinkan jemaah Haji dari Indonesia untuk berangkat.

"Umrah yang akan kita jalankan ini bagian dari simulasi atau uji coba Haji kita. Jadi kalau kira-kira Umrah kita berhasil, insya Allah Haji juga akan terbuka," jelas Yaqut. "Jadi kunci terbuka atau tidaknya Haji di 1443 Hijriah nanti tergantung bagaimana kita melaksanakan ibadah Umrah ini dengan baik."

Menurut Yaqut, semua pihak mulai dari jemaah hingga pihak penyelenggaraakan dinilai selama pelaksanaan Umrah. Dalam artian, jangan sampai ada kasus-kasus yang mencoreng nama Indonesia dan berujung gagalnya pemberangkatan jemaah Haji tahun depan.

Salah satu contoh masalah yang disorot Arab Saudi seperti tes PCR palsu. "Jadi kayak begitu-begitu tidak boleh ada lagi. Kalau itu masih ada, maka harapan kita semua, seluruh Muslim Indonesia untuk bisa berangkat Haji ya mohon maaf, akan semakin berat," kata Yaqut.

"Maka Umrah ini jadi kewajiban kita semua, pemerintah, DPR, terutama penyelenggara Umrah ini untuk lebih serius," pungkas Yaqut. "Benar0benar mau selenggarakan ini dengan baik dan tanggung jawab terutama ketaatan protokol kesehatan."

(wk/elva)


You can share this post!


Related Posts