Penjelasan Kemenkes Soal Omicron: Kombinasi Mutasi Delta, Alpha, Beta, Gamma, AY.23, dan AY.24
Nasional
Mutasi Corona Masuk Indonesia

Varian Omicron saat ini menjadi mutasi COVID-19 yang paling 'ditakuti' oleh negara di dunia. Mengingat karakteristik dari varian ini yang disebut sangat cepat menular.

WowKeren - Saat ini, negara di dunia tengah mengkhawatirkan varian baru COVID-19 yang ditemukan di Afrika Selatan yakni Omicron. Hal ini lantaran varian tersebut dinilai sebagai mutasi COVID-19 yang tingkat penularan dan penyebarannya sangat tinggi, bahkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) langsung mengklasifikasikannya ke dalam Variant of Concern (VoC).

Sementara itu, Juru Bicara Vaksin COVID-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi menjelaskan mengenai varian Omicron. Nadia mengungkapkan bahwa varian Omicron atau B.1.1.529 ini merupakan hasil kombinasi mutasi dari varian Delta, Alpha, Beta, Gamma, AY.23, dan AY.24. Maka dari itu, tidak heran jika varian ini sangat menular.

"Kita tahu betapa dahsyatnya varian Delta pada bulan Juli 2021," tutur Nadia dalam dialog bertajuk "Kesehatan Pulih, Ekonomi Bangkit: Melawan Hoaks tentang COVID-19", Selasa (30/11). "Kita tidak mau terjadi lagi nanti pasca Natal dan Tahun Baru karena Omicron ini jauh lebih dahsyat karena lebih cepat menular."


Meski demikian, Nadia mengatakan bahwa varian Omicron ini tidak menimbulkan dampak parah pada orang yang sudah divaksin COVID-19. Maka dari itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk cepat melaksanakan vaksinasi agar tidak mudah terpapar, apalagi saat ini Indonesia juga masih menghadapi ancaman dari varian Delta.

Lebih lanjut, Nadia mengungkapkan bahwa varian Delta sendiri saat ini juga telah bermutasi menjadi 22 varian di Indonesia. Salah satu varian yang paling mendominasi adalah varian AY.23 seperti yang ada di Singapura.

Dengan adanya mutasi dari varian Delta, kata Nadia, berdampak pada tingkat efikasi atau efektivitas vaksin COVID-19. "Ini menyebabkan penurunan efikasi vaksin (COVID-19), tetapi kembali lagi ada dua sistem yang bekerja humoral (imunitas dengan antibodi) dan selular (sel)," papar Nadia.

Selain itu, Nadia juga menerangkan pentingnya suntikan vaksin COVID-19 dosis ketiga atau booster saat ini. Namun berdasarkan arahan dari Indonesia Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI), fokus untuk memprioritaskan pemenuhan cakupan vaksinasi lengkap kepada populasi umum agar bisa mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity, khususnya terhadap lansia.

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts