Seperti yang diketahui, pemerintah Indonesia saat ini tengah berupaya keras untuk memulihkan ekonomi nasional. Menlu RI menyampaikan 4 agenda untuk bisa mencapai visi besar di 2045.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Selasa, 07 Desember 2021 - 15:18 WIB
WowKeren - Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi baru-baru ini, mengatakan bahwa ada empat agenda yang harus dijalankan pemerintah untuk bisa mencapai visi besar Indonesia 2045. Adapun agenda pertamanya adalah meningkatkan keamanan dan ketahanan kesehatan.
Retno menuturkan bahwa pandemi COVID-19 telah memberi kita pelajaran berharga bahwa keamanan kesehatan adalah hal mendasar, begitu ketahanan kesehatan runtuh, maka perekonomian global juga mengalami kegoyahan. "Oleh karena itu, keamanan dan ketahanan kesehatan yang kuat akan menjadi dasar bagi pemulihan ekonomi lebih lanjut dan pemeliharaan kesejahteraan," tutur Retno saat membuka acara "The World Indonesianist Congress, Rabu (1/12).
Lebih lanjut, Retno menuturkan bahwa kapasitas industri kesehatan harus ditingkatkan agar bisa mendongkrak kapasitas produksi dan distribusi. Menurutnya, hal ini tidak cukup hanya dengan memastikan pasokan medis, obat-obatan, atau vaksin COVID-19, tetapi juga pembiayaan dan kapasitas untuk memberikan layanan itu sendiri. Terlebih Indonesia akan melaksanakan agenda Presidensi G20.
Kemudian untuk agenda kedua, kata Retno, adalah ekonomi hijau dan berkelanjutan. Ia menuturkan abhwa pandemi telah memberi kesempatan untuk bangkit kembali dan untuk pulih lebih kuat. Selain itu, ia juga menyebut bahwa ekonomi hijau dan berkelanjutan merupakan masa depan ekonomi dunia.
Kendati demikian, Retno memperingatkan bahwa hal itu harus dilakukan secara seimbang dengan pembangunan sosial dan ekonomi yang diperlukan untuk mencapai Sustainable Development Goals (SDGs). Selain itu, hal ini juga harus inklusif dan berpusat pada orang, mempromosikan kesejahteraan komunitas luas.
"Upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim serta pelestarian sumber daya hutan dan laut juga harus terus memberikan ruang bagi negara berkembang untuk membangun ekonominya," beber Retno.
Agenda ketiga, kata Retno adalah transisi energi. Ia mengatakan bahwa ekonomi hijau dan berkelanjutan itu sangat terkait dengan transisi energi. Adapun proyek prioritas seperti pembangunan pembangkit listrik tenaga surya, pasar karbon, pengembangan kawasan industri hijau, hingga rantai pasokan industri baterai dan kendaraan listrik, kini mulai ditetapkan.
Agenda terakhir adalah transisi digital. Retno menjelaskan bahwa ekonomi digital akan menjadi motor untuk mencapai visi 2045. Indonesia disebut menjadi salah satu yang paling ceoat berkembang di Asia Tenggara yang telah menggabungkan lebih dari 2.300 startup, terbesar kelima di dunia dengan 10 unicorn dan 1 decacorn.
(wk/tiar)