KIPI disebut kembali terjadi pada seorang warga Malang yang mengalami kebutaan pasca divaksin COVID-19 menggunakan vaksin AstraZeneca. Kini Kemenkes dan KIPI masih akan mengkaji lebih lanjut.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Selasa, 07 Desember 2021 - 15:29 WIB
WowKeren - Baru-baru ini, ada salah seorang warga Malang yang diketahui identitasnya adalah Joko Santoso (38) mengalami kebutaan usai mendapatkan suntikan vaksin COVID-19 AstraZeneca. Hal ini lantas mendapat tanggapan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Ketua Komnas Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).
Pihak Kemenkes menyatakan akan memberikan bantuan kepada Joko yang mengalami kebutaan pasca divaksin COVID-19 menggunakan vaksin AstraZeneca. Hal ini dilakukan lantaran kebutaan itu merupakan KIPI.
Siti Nadia Tarmizi selaku Juru Bicara Vaksinasi Kemenkes menuturkan bahwa pemberian bantuan tersebut akan diberikan seperti yang telah diatur dalam Perpres Nomor 14 Tahun 2021 tentang Pengadaan Vaksin dan Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi COVID-19. "Iya ditanggung sesuai Perpres," tutur Nadia kepada CNNIndonesia.com, Jumat (3/12).
Lebih lanjut, Nadia mengatakan bahwa Komnas KIPI juga akan mengkaji terlebih dahuli apakah peristiwa kebutaan yang dialami Joko itu berkaitan dengan vaksin yang ia dapatkan sebelumnya atau disebabkan penyakit lain. Nadia juga menyinggung mengenai Pasal 15B Perpres yang mengatur jika berdasarkan kajian kecacatan atau kematian yang terjadi akibat oleh vaksinasi, maka pemerintah akan memberikan kompensasi.
"Kompensasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berupa santunan cacat atau santunan kematian," bunyi ayat 2 Pasal 15B.
Sementara itu, Ketua Komnas KIPI Hindra Irawan mengatakan bahwa saat ini Komisi Daerah (Komda) KIPI Jawa Timur tengah melakukan investigasi terhadap kasus kebutaan yang dialami oleh warga Malang itu. Nantinya, hasil investigasi akan diaudit bersama Komnas KIPI.
Senada dengan Hindra, anggota Komnas KIPI Arum Handayani mengatakan bahwa pada Jumat (3/12) hari ini, pihaknya akan melakukan audit kasus kebutaan yang menimpa Joko itu bersama Komda KIPI Jatim dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Jatim.
Akan tetapi, Arum belum bisa memberi keterangan lebih lanjut. "Nanti selanjutnya Dinkes Jatim dan Komda Jatim yang akan klarifikasi hasil ke media," tutur Arum.
(wk/tiar)