Belakangan ini, Bus TransJakarta kerap kali mengalami kecelakaan. Menanggapi hal ini, KNKT memberikan rekomendasi untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan ke depanya.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Kamis, 23 Desember 2021 - 09:25 WIB
WowKeren - Bus TransJakarta diketahui menjadi salah satu transportasi umum yang menjadi favorit warga Ibu Kota. Akan tetapi, Bus TransJakarta disebut kerap kali mengalami kecelakaan. Hal ini lantas mendapat sorotan dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
Soerjanto Tjahjono selaku Kepala KNKT menuturkan bahwa pihaknya memberikan rekomendasi kepada PT Transjakarta untuk membantu mengurangi tingkat kecelakaan yang terjadi pada transportasi umum tersebut. Meski demikian, ia mengakui bahwa kecelakaan tidak bisa dikurangi sampai nol persen.
"Sekali lagi bukan nol, zero accident, itu tidak realistis," tutur Soerjanto dalam konferensi pers, Rabu (22/12). "Kita ingin ada target laju kecelakaannya menurun sampai level yang kita harapkan."
Lebih lanjut, Soerjanto menegaskan bahwa pihaknya memberikan rekomendasi bukan untuk mencari pihak yang benar dan salah dalam setiap kejadian kecelakaan Bus TransJakarta belakangan ini. Menurutnya, rekomendasi itu dikeluarkan demi keselamatan penumpang dan membuat PT Transjakarta menjadi lebih baik lagi.
"Jadi mungkin dengan adanya surveilance dan rekomendasi ini, inilah jadi tujuan utama dari kami dengan Transjakarta untuk bagaimana meningkatkan keselamatan," lanjut Soerjanto.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Sub Komite Moda Investigasi Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) KNKT Ahmad Wildan menerangkan rekomendasi dari pihaknya adalah dengan adanya penambahan struktur dalam PT Transjakarta yakni departemen yang khusus memiliki tugas dan funsi untuk mengelola manajemen risiko serta memberikan jaminan keselamatan.
Menurut Wildan, struktur yang disampaikan oleh KNKT itu saat ini sudah ada, tetapi masih terlalu kecil, sehingga perlu ditingkatkan, paling tidak sama dengan direktorat. Ia lantas menerangkan bahwa direktorat tersebut berada di bawah direktur utama dan dipimpin lagi oleh seorang direktur.
Selain itu, kata Wildan, KNKT juga melakukan evaluasi mendalam untuk memastikan kelayakan kendaraan melalui proses procurement terhadap sistem operasional prosedur (SOP) yang digunakan PT Transjakarta. "Itu adalah salah satu rekomendasi yang kami sampaikan terkait dengan manajemen risiko," imbuhnya.
Selanjutnya, Wildan menerangkan mengenai rekomendasi keselamatan lintasan. KNKT bersama manajemen PT Transjakarta diketahui telah melakukan pemetaan terhadap 13 lintasan bus rapid transit (BRT) transjakarta.
Dari pemetaan tersebut, Wildan mengungkapkan ditemukan hazard atau bahaya dalam lintasan. Maka dari itu, diperlukan dilakukan pemetaan yang lebih komperehensif dan luas.
(wk/tiar)