NU kini telah menemukan sosok Ketum PBNU periode 2021-2026. Sosok tersebut adalah Yahya Cholil Staquf yang memang dikenal sebagai sosok intelektual Islam.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Jumat, 24 Desember 2021 - 12:13 WIB
WowKeren - Pada Jumat (24/12) hari ini, ajang Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama (NU) digelar. Adapun dalam acara ini, Yahya Cholil Staquf terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar NU (PBNU) periode 2021-2026.
Dengan terpiluhnya Yahya sebagai Ketum PBNU, artinya ia berhasil mengalahkan kandidat petahana yang sudah menjabat selama 2 periode yakni Said Aqil Siradj. Dalam pemilihan tersebut, Yahya berhasil memperoleh suara sebanyak 337. Sementara Said, mendapatkan 210 suara, dan satu kertas suara tidak sah.
Sejauh ini, Yahya memang dikenal sebagai sosok intelektual Islam. Ia sendiri terlahir dari keluarga dengan tradisi santri yang kental, dan tumbuh di lingkungan pendidikan pesantren.
Kemudian, Yahya juga menamatkan sekolah di Madrasah Al-Munawwir Krapyak di Yogyakarta. Setelah lulus, ia melanjutkan studinya ke Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP), Universitas Gadjah Mada (UGM).
Sementara itu, ayah Yahya yakni Muhammad Cholil Bisri diketahui merupakan tokoh NU, sekaligus pendiri Partai Kebangkitan Bersama (PKB). Sedangkan adiknya, Yaqut Cholil Qoumas kini menjabat sebagai Menteri Agama (Menag) di pemerintahan Presiden Joko Widodo.
Berbeda dengan sang adik, Yaqut yang aktif di dunia politik, Yahya tampak tidak begitu aktif. Akan tetapi, Yahya sempat mendapatkan kepercayaan dan posisi di pemerintahan.
Pada masa kepemimpinan Presiden Abdirrahman Wahid alias Gus Dur, Yahya didapuk menjadi Juru Bicara periode 1999-2021. Selain itu, Jokowi juga pernah melantiknya sebagai Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) pada periode 2014-2019.
Tidak hanya itu, nama Yahya juga sempat beberapa kali masuk ke dalam bursa menteri Jokowi. Seperti yang terjadi di tahun 2020 lalu, Yahya sempat dikabarkan akan menjadi Menag, namun posisi tersebut justru diisi oleh adiknya, Yaqut.
Sementara Yahya sendiri sejauh ini diketahui lebih banyak menghabiskan waktunya untuk berjejerang di dunia internasional. Salah satu misi besar yang dibawa olehnya adalah mengupayakan kemerdekaan bagi Palestina.
Dalam mewujudkan misi besarnya itu, Yahya telah menempuh berbagai strategi, salah satunya adalah dengan menghadiri forum internasional di Yerusalem yang digelar American Jewish Committe (AJC). Menurutnya, sejauh ini orang-orang yang berupaya memerdekakan Palestina belum juga berhasil. Maka dari itu, ia melakukan eksplor hal-hal baru.
(wk/tiar)