Dinas Kesehatan Jombang lantas memberikan penjelasan mengapa pelajar bernama Muhammad Bayu Setiawan tersebut diberi Vaksin COVID-19 Pfizer dan bukannya Sinovac.
- Bertilia Puteri
- Rabu, 29 Desember 2021 - 19:42 WIB
WowKeren - Seorang pelajar berusia 12 tahun dikabarkan meninggal dunia kurang dari 24 jam setelah menerima dosis pertama Vaksin COVID-19 Pfizer. Siswa kelas 6 SDN Gedangan, Kecamatan Mojowarno, Jombang, Jawa Timur tersebut disuntik vaksin di sekolahnya pada 27 Desember 2021.
Dinas Kesehatan Jombang lantas memberikan penjelasan mengapa pelajar bernama Muhammad Bayu Setiawan tersebut diberi Vaksin COVID-19 Pfizer dan bukannya Sinovac. Menurut Kepala Dinkes Jombang, drg Budi Nugroho, Bayu tergolong penerima vaksin COVID-19 anak dan remaja usia 12-17 tahun sehingga ia diberi dosis Pfizer.
"Vaksin yang digunakan Pfizer, ini bersamaan dengan momennya usia 6-11 tahun ya, tapi anak ini usia 12 tahun yang seharusnya ikut tahapan yang kemarin (vaksinasi anak dan remaja usia 12-17 tahun), tapi belum melakukan itu," papar Budi pada Rabu (29/12).
Menurut Budi, vaksinasi anak usia 6-11 tahun di Jombang tetap menggunakan Vaksin Sinovac. Namun karena Bayu sudah berusia 12 tahun, maka ia diberi dosis Vaksin Pfizer sesuai jatah dari pemerintah pusat.
"Kalau yang 6-11 tahun memang sudah ditentukan Sinovac yang dipakai. Karena berdasarkan usia, bukan berdasarkan kelas," jelasnya. "Kalau di SD usianya 12 tahun kategorinya sudah 12 tahun ke atas. Jadi vaksinnya beda dengan usia 6-11 tahun. Ini teknis ya, saya kira sudah ada ketentuan ya."
Lebih lanjut, Budi menjelaskan bahwa tenaga kesehatan Puskesmas Mojowarno telah menjalankan prosedur pemeriksaan kesehatan alias screening sebelum Bayu menerima vaksinasi. "(Bayu) dalam kondisi yang memang memungkinkan untuk dilakukan vaksinasi, dalam kondisi normal," katanya.
Sementara itu, Kapolsek Mojowarno Jombang, AKP Yogas, mengungkapkan bahwa Bayu sempat dikhitan beberapa hari sebelum menerima vaksinasi. Bayu mengikuti vaksinasi COVID-19 sekitar dua pekan setelah dikhitan.
"SDN Gedangan hanya penyelenggara, yang melaksanakan petugas kesehatan dari Puskesmas Mojowarno," paparnya.
Menurut Yogas, Bayu mengalami demam dan muntah-muntah pada malam hari setelah divaksin. Bayu kemudian dibawa ke Puskesmas setempat sekitar pukul 04.00 WIB.
"Satu jam kemudian, Bayu dinyatakan meninggal dunia dan jenazahnya dimakamkan pagi hari," ungkapnya.
(wk/Bert)