Menkes Minta Waspadai Joki Karantina di Tengah 'Badai' Omicron, Begini Modusnya
BPMI Setpres/Muchlis Jr.
Nasional
Mutasi Corona Masuk Indonesia

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta petugas untuk benar-benar ketat mengawasi jalannya karantina para pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) demi mencegah Omicron.

WowKeren - Polri baru meluncurkan aplikasi Monitoring Karantina Presisi yang dimaksudkan untuk mengantisipasi pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) kabur dari kewajibannya. Keberadaan aplikasi ini sendiri merupakan tindaklanjut dari instruksi Presiden Joko Widodo terkait pendisiplinan karantina PPLN.

Meski harapannya aplikasi bisa mengurangi jumlah PPLN yang indisipliner, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkap sebuah kekhawatiran. Yakni adanya praktik serupa joki vaksin, di mana pelaku karantina yang "digantikan" orang lain.

Celah untuk mengelabui petugas ini, menurut Budi Gunadi, bisa terjadi meskipun aplikasi dirancang bisa untuk melacak pergerakan para PPLN selama menjalani karantina. "Coba dicek, apakah ada orang di kamarnya. Nanti jangan-jangan ditinggalin handphone-nya, (ternyata) orangnya nggak ada," kata Budi Gunadi dalam sambutannya di acara peluncuran aplikasi tersebut, Kamis (6/1).

"Atau ada handphone-nya, ada orangnya, tapi malah dijokiin orang lain," imbuh Budi Gunadi. Karena itulah, mantan Wakil Menteri BUMN tersebut menegaskan bahwa petugas harus benar-benar ketat mengawasi para pelaku karantina ini. Jangan sampai praktik joki vaksin terjadi di karantina PPLN, di mana pelaku karantina malah digantikan orang lain.


"Ketiga, titip, nanti kalau aplikasinya (Monitoring Karantina Presisi) dipasang, secara acak dicek juga secara fisik," tegas Budi Gunadi. "Karena orang Indonesia itu kreatif-kreatif untuk vaksinasi adanya namanya joki vaksinasi."

Perkara karantina memang belakangan menjadi sorotan setelah sejumlah praktik masyarakat yang tidak disiplin menjalankan karantina sepulangnya dari luar negeri banyak diberitakan. Lalu ditambah pula dengan adanya dispensasi karantina bagi sejumlah golongan.

Padahal saat ini Indonesia harus mengetatkan pintu masuk demi mencegah varian Omicron semakin meluas. Sebab, sebagai informasi, sudah tercatat ratusan kasus positif COVID-19 Omicron di Indonesia, dengan sebagian besar adalah imported cases sedangkan belasan lainnya adalah transmisi lokal.

Sebelumnya, Polri telah meluncurkan aplikasi Monitoring Karantina Presisi yang menunjukkan data monitoring, statistik karantina, serta hasil tes PCR masyarakat pelaku karantina. Aplikasi juga dilengkapi fitur melacak posisi para pelaku karantina.

(wk/elva)


You can share this post!


Related Posts