Mulai Pekan Depan, SD-SMP Di Surabaya Gelar PTM 100 Persen
AFP/Juni Kriswanto
Nasional
Sekolah di Tengah Corona

Sekolah di Kota Surabaya tampaknya telah siap untuk melaksanakan PTM 100 persen. Hal ini dilakukan sebagaimana tertuang dalam SKB 4 Menteri dan perintah Wali Kota Surabaya.

WowKeren - Seperti yang diketahui sebelumnya, dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri, mewajibkan agar sekolah yang berada di wilayah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 1, 2, 3 menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen.

Menindaklanjuti SKB 4 Menteri tersebut, Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Surabaya, Jawa Timur, akan mulai menggelar PTM 100 persen pada Senin (10/1) pekan depan. Teknis penerapannya nanti, diketahui akan dibagi menjadi 2 shift.

"Jadi, di tahap awal ini mekanismenya 50 persen shift pertama dan 50 persen shift kedua, jadi tetap 100 persen," tutur Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Yusuf Masruh dalam jumpa pers di kantor Dinas Komunikasi dan Informatika Surabaya, Kamis (6/1).

Lebih lanjut, Yusuf menuturkan bahwa PTM di pekan pertama akan dibagi menjadi dua kloter yakni 50 persen kloter pertama dan sisanya kloter kedua dengan menyesuaikan kondisi sekolah masing-masing. Hal ini sesuai dengan SKB 4 Menteri dan juga atas perintah Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.


Setelah diterapkannya PTM dengan dua kloter tersebut, nantinya akan dilakukan evaluasi terkait penerapan protokol kesehatan (prokes) dan kesiapan anak didik. Apabila menunjukkan hasil yang bagus pada pekan pertama, maka pekan berikutnya tidak akan ada lagi kloter pertama dan kedua. "Langsung masuk 100 persen, pagi semuanya," imbuhnya.

Selain itu, Yusuf juga menuturkan bahwa khusus untuk SD kloter pertama, waktu belajar akan dimulai pukul 07.00 sampai 09.00 WIB, kemudian shift kedua pukul 09.30-11.30 WIB. Sementara untuk SMP, shift pertama dimulai pukul 06.30-09.30 WIB, dan kedua pukul 10.00-13.00 WIB.

Sedangkan untuk jenjang PAUD dan TK, kata Yusuf, pembelajaran akan dimulai pukul 08.00-09.20 WIB. "Tapi jadwal ini juga harus menyesuaikan dengan kondisi sekolah masing-masing," ungkap Yusuf.

Yusuf menuturkan bahwa dalam pelaksanaan PTM di sekolah nantinya akan menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat, mulai mengecek suhu murid, mewajibkan memakai masker, dan mencuci tangan. Bahkan ia juga berharap agar pihak sekolah menyediakan ruang transit untuk mengatur siswa yang akan masuk dan keluar kelas.

Di sisi lain, pada saat pelaksanaan PTM, Yusuf mengatakan bahwa pihaknya memastikan akan bersinergi dengan berbagai pihak, mulai dari Satgas sekolah, Kampung Tangguh, hingga yang ada di kelurahan dan kecamatan. Nantinya mereka akan mengarahkan anak-anak agar tidak berkerumun.

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts