Wantimpres Ungkap Lebih Dari 30 Ribu Anak-Anak Kehilangan Orangtuanya Akibat COVID-19
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Pemerintah hingga saat ini terus berupaya untuk bisa menekan angka penyebaran COVID-19 yang telah banyak memakan korban jiwa. Bahkan juga tidak sedikit anak yang menjadi yatim piatu.

WowKeren - Hingga saat ini, Indonesia masih dilanda pandemi COVID-19. Akibat dari sebaran virus ini juga telah menyebabkan banyak jiwa yang meninggal usai terpapar COVID-19.

Muhammad Mardiono selaku Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) mengungkapkan bahwa data pemerintah melalui covid19.go.id per tanggal 6 Januari 2022 tercatat ada 144.116 orang meninggal dunia akibat COVID-19. Sementara merujuk pada data dari Kementerian Sosial (Kemensos) per September 2021, menunjukkan sebanyak 30.766 anak menjadi yatim, piatu, dan yatim piatu akibat COVID-19.

"Korban musibah COVID-19 yang jumlahnya 140 ribu lebih menyisakan duka terhadap adik-adik kita yang kehilangan ayah ibunya atau menjadi yatim piatu," ungkap Mardiono saat berkunjung ke Pedukuh Paker RT 04, Kelurahan Mulyodadi, Bambanglipuro, Bantul, Sabtu (8/1). "Ada 30 ribu lebih adik-adik yang kehilangan orangtuanya atau menjadi anak yatim, piatu hingga yatim piatu."


Dalam kunjungan tersebut, Mardiono juga tampak mengangkat 9 anak yatim piatu akibat COVID-19 di Bantul. Adapun alasan untuk memilih 9 anak yatim piatu tersebut adalah untuk memberikan kesempatan dalam menempuh pendidikan hingga jenjang SMA.

Di sisi lain, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Bantul, Gunawan Budi Santoso mengatakan bahwa di wilayahnya ada sekitar ratusan anak yang kehilangan orangtuanya akibat COVID-19. Data tersebut merupakan data dari sejak tahun 2021 lalu. "Ada 400 anak yang jadi yatim, piatu, yatim piatu di Bantul, itu hanya selama tahun 2021 saja," tutur Gunawan dalam keterangannya, Sabtu (8/1).

Lebih lanjut, Gunawan menyebut bahwa 9 anak yatim piatu yang diangkat oleh Mardiono itu lantaran mereka rawan terputus pendidikannya. Meski demikian, pihaknya juga tetap memberikan bantuan kepada semua anak-anak yang telah kehilangan orangtua akibat COVID-19. "Yang 9 itu yang transisi sekolah jadi diutamakan. Usia SMP mau ke SMA jadi jangan sampai terputus," jelas Gunawan.

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts