Kasus Omicron RI Bertambah 75, Didominasi Pelaku Perjalanan Dari Luar Negeri
Nasional
Mutasi Corona Masuk Indonesia

Seperti yang diketahui, COVID-19 varian Omicron dinilai memiliki tingkat penyebaran tinggi. Di Indonesia, varian tersebut tampaknya juga semakin merebak luas hingga terjadi penambahan kasus.

WowKeren - Kasus COVID-19 varian Omicron di Indonesia tampaknya semakin merebak luas. Belum lama ini, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengumumkan bahwa kasus Omicron di Indonesia kembali bertambah.

Hingga Sabtu (8/1), Kemenkes mengungkapkan kembali ada penambahan sebanyak 75 kasus baru COVID-19 varian Omicron. Sehingga total kasus Omicron di Indonesia saat ini mencapai 414 kasus.

"Secara keseluruhan selama Desember 2021 kasus konfirmasi Omicron sebanyak 136 orang, sementara pada tahun 2022 hingga 8 Januari sebanyak 278 orang," ungkap Siti Nadia Tarmizi selaku Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes dalam keterangan tertulis, dilihat pada Senin (10/1).

Nadia lantas membeberkan dari 414 kasus Omicron itu, sebanyak 31 orang merupakan kasus transmisi lokal. Sementara 282 orang lainnya merupakan pelaku perjalanan dari luar negeri. Kemudian, kebanyakan dari orang yang terpapar Omicron itu juga sudah divaksinasi COVID-19 secara lengkap.


Maka dari itu, Nadia kembali menekankan kepada masyarakat untuk tidak melakukan perjalanan luar negeri, jika tidak ada keperluan yang mendesak. Selain itu, ia juga mengatakan bahwa kasus Omicron yang terdeteksi di Indonesia paling banyak berasal dari Turki dan Arab Saudi, serta mayoritas sudah divaksinasi lengkap.

Artinya bahwa, meski telah divaksinasi COVID-19 bukan berarti kebal dan masih bisa terpapar virus. "Kita harus waspada, jangan sampai tertular. Wajib disiplin terapkan protokol kesehatan meski sudah divaksinasi, jangan sampai tertular dan menularkan," imbuh Nadia.

Selanjutnya, Nadia meminta pemerintah daerah (pemda) untuk terus memperkuat pelaksanaan 3T (testing, tracing, treatment). Kemudian melakukan pemantauan apabila ditemukan klaster baru COVID-19 dan berkoordinasi dengan pemerintah pusat bila ditemukan kasus terkonfirmasi Omicron.

"Kita tidak boleh lengah, jangan sampai gelombang ketiga terjadi di Indonesia," tegas Nadia. "Jangan sampai apa yang terjadi di India terjadi juga di Indonesia, dimana dalam 10 hari terakhir terjadi kenaikan tren kasus dari 6 ribuan menjadi 90 ribuan kasus konfirmasi omicron. Ini yang kita hindari."

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts