TKW Indramayu Divonis 20 Tahun Penjara di Hongkong Usai Terseret Kasus Narkoba
Nasional

Seorang TKW Indonesia terseret kasus narkoba dan divonis 20 tahun penjara di Hongkong. Pihak keluarga pun kini membuat aduan ke Serikat Buruh Migran Indonesia untuk meminta bantuan.

WowKeren - Seorang pekerja migran Indonesia (PMI) atau TKW (Tenaga Kerja Wanita) bernama Yayu Masih (33 tahun) asal Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat itu divonis 20 tahun penjara kurungan oleh Hakim di Pengadilan Hongkong. Yayu dihukum atas kasus perdagangan Narkoba, pada Agustus 2021 lalu.

Hal tersebut disampaikan Miska (43 tahun), kakak kandung PMI saat menyampaikan aduan ke Serikat Buruh Migran Indonesia melalui saluran telepon seluler pada Minggu 9 Januari 2022. Miska menjelaskan bahwa sang adik sebenarnya dijebak oleh seorang teman sesama PMI asal Jawa Tengah.

"Adik saya di Hongkong sedang mengalami masalah terkait kasus narkoba bahkan sudah divonis 20 tahun, padahal dia itu dijebak oleh temannya yang sesama PMI asal Jawa Tengah," ungkap Miska.

Miska mengaku terkejut saat tiba-tiba dihubungi sang adik lewat pengacaranya. Adiknya itu Menyampaikan bahwa dirinya ditangkap oleh Polisi Hong Kong karena di kamar kostnya terdapat barang paketan milik temannya sesama PMI asal Jawa Tengah yang isi di dalam barang tersebut adalah narkoba jenis heroin.


"Setelah adik saya ditangkap, pada saat dipersidangan padahal selalu tidak mengakui bahwa barang tersebut miliknya namun hakim memvonis 20 tahun penjara terhadap adik saya, namun pengacaranya mengajukan banding," jelas Miska.

Kasus yang menimpa Yayu itu sebenarnya sudah diketahui pihak KJRI Hongkong. Sayangnya, pihak KJRI juga tidak bisa berbuat banyak.

"Kata adik saya KJRI Hong Kong tahu kalau Yayu Masih dipenjara bahkan sering membesuk, namun kata adik saya KJRI tidak bisa membantu dengan alasan ini kasus hukum bukan kasus ketenagakerjaan dengan majikan," keluh Miska.

Karena itu, Miska kini menyampaikan aduan ke Serikat Buruh Migran Indonesia. Miska berharap SBMI bisa meneruskan aduannya ke Pemerintah Republik Indonesia untuk membantu permasalahan hukum yang sedang dialami sang adik di Hongkong.

"Karena saya tidak paham, sehingga saya menyampaikan aduan ke SBMI untuk membantu memperjuangkan adik saya yang sedang menghadapi permasalahan hukum di Hong Kong," pungkas Miska.

(wk/amel)

You can share this post!

Artikel Terkait