Satgas Ungkap Ada Kenaikan Kasus COVID-19 di Indonesia Dalam Dua Pekan Berturut-turut
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Indonesia saat ini tengah menghadapi ancaman varian Omicron yang telah mulai merebak luas. Akibatnya, angka kasus COVID-19 di Indonesia pun mengalami kenaikan.

WowKeren - Pandemi COVID-19 hingga saat ini masih melanda Indonesia. Pemerintah juga terus berupaya untuk bisa menekan angka penyebaran, terlebih saat ini menghadapi ancaman Omicron agar tidak memicu terjadinya gelombang ketiga COVID-19.

Akan tetapi, Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 menyampaikan bahwa dalam kurun waktu dua pekan terakhir, terjadi kenaikan kasus secara berturut-turut. Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito.

Selama dua pekan terakhir, Wiku mengungkapkan orang yang terkonfirmasi positif COVID-19 mengalami kenaikan dari 1.200 kasus menjadi 1.400 kasus. Bahkan, pada minggu terakhir sudah mencapai 3 ribu kasus atau naik lebih dari dua kali lipat dari pekan sebelumnya.

Melihat kondisi pandemi COVID-19 yang angka kasusnya mengalami kenaikan itu, Wiku mengatakan bahwa kondisi tersebut perlu untuk diantisipasi lebih lanjut, terlebih kenaikan pascalibur Natal dan Tahun Baru (Nataru) masih dapat terjadi pada minggu yang akan datang. Terlebih bila terjadi kasus positif lebih tinggi dibandingkan dengan jumlah kasus sembuh dalam pekan terakhir.


"Hal ini tentunya menjadi catatan bagi kita bersama," tutur Wiku dalam keterangan pers, Selasa (11/1). "Sebab, dalam menangani kondisi tersebut diperlukan investigasi dan analisis mendalam terkait kondisi kasus dalam kaitannya dengan proporsi varian yang beredar di Indonesia."

Lebih lanjut, Wiku menerangkan bahwa dalam berbagai data dan pengetahuan yang berhubungan dengan karakteristik penularan, gejala klinis, lama perawatan, dan risiko kematian dari varian COVID-19 yang telah beredar menjadi penting sebagai basis perumusan sebuah kebijakan yang akan diambil nantinya.

Maka dari itu, Wiku meminta seluruh fasilitas-fasilitas kesehatan di daerah untuk melaporkan perkembangan kasus yang terjadi serta meminta pemerintah daerah agar menganalisis dan memantau kondisi di daerahnya. Hal ini perlu dilakukan agar kenaikan kasus dari transmisi komunitas dapat segera teridentifikasi, tercatat, dan tertangani tanpa meluas lebih lanjut.

Wiku membeberkan sejauh ini, jumlah penyumbang kasus COVID-19 terbanyak adalah para pelaku perjalanan dari luar negeri. Pemerintah pun mengambil keputusan untuk memperketat pembatasan di pintu masuk Indonesia. Selain itu, pemerintah juga meminta masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat dan disiplin.

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts