Fraksi Demokrat DPRD DKI Ungkap Ada Ortu Diwajibkan Beri Izin Anak PTM di Sekolah
Nasional
Sekolah di Tengah Corona

Ketua Fraksi Demokrat DPRD DKI Jakarta, Desie Christhyana, mengaku mendapat keluhan dari orangtua siswa yang dimintai tanda tangan wajib agar anaknya masuk sekolah.

WowKeren - Sejumlah sekolah di DKI Jakarta ditutup sementara imbas temuan kasus virus corona (COVID-19). Pemprov DKI Jakarta lantas diminta Partai Demokrat untuk mengkaji ulang kapasitas pembelajaran tatap muka (PTM) yang saat ini telah mencapai 100 persen.

"Kalau dari fraksi Demokrat, kita meminta agar Pemprov mengkaji ulang dan mengevaluasi kembali," tutur Ketua Fraksi Demokrat DPRD DKI Jakarta, Desie Christhyana, Kamis (13/1).

Menurut Desie, ada sejumlah sekolah yang mengharuskan siswanya untuk ikut PTM. Desie mengaku mendapat keluhan dari orangtua siswa yang dimintai tanda tangan wajib agar anaknya masuk sekolah.

"Kita kemarin juga mendapat keluhan dari orangtua dari beberapa sekolah yang diminta tanda tangan dan wajib mau menandatanganinya agar anak mau PTM dan apabila ada anak yang terkena bukan tanggung jawab sekolah," ungkap Desie. "Dari bahasa wajib saja orangtua sudah keberatan."

Lebih lanjut, Desie mengungkapkan bahwa para orangtua berharap anak-anaknya tetap bisa belajar secara daring. Apalagi dengan adanya COVID-19 Varian Omicron yang kini membuat orangtua makin was- was.


"Apalagi dengan adanya varian Omicron orang tua meminta kepada kita sebagai perwakilan rakyat agar menyampaikan ke Pemprov sebaiknya tetap dilakukan daring," tuturnya.

Hingga Kamis (13/1), tercatat ada 12 siswa dan dua orang guru yang terpapar COVID-19 di DKI Jakarta. Hal ini membuat PTM di 10 sekolah ditutup sementara.

"Sampai hari ini ini data yang kami terima ini kurang lebih ada 10 sekolah," terang Wakil Gubernur DKI Ahmad Riza Patria pada Kamis.

Namun Riza menyampaikan masih belum ada urgensi untuk menutup seluruh sekolah di Ibu Kota. Mengingat kasus COVID-19 hanya terdeteksi di beberapa sekolah saja.

"Sampai hari ini belum ada urgensi menutup sekolah pembelajaran tatap muka. Kami masih terus memantau memastikan semua berjalan lebih baik lagi," tukasnya. "Rekomendasi banyak dari IDAI minta ditutup, teman-teman dewan juga minta ditutup, namun demikian kami kan harus patuh dan taat pada aturan dan ketentuan yang ada. Aturan yang ada dari Kementerian Pendidikan kan ada syarat PTM 100 persen terbatas."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts