Sederet mantan anggota kepolisian terlibat penjualan barang bukti berupa narkoba jenis sabu yang berharga Rp 1 miliar. Mereka pun kini menghadapi tuntutan hukuman mati dan seumur hidup.
- Amelia Nur Fatimah
- Kamis, 20 Januari 2022 - 13:10 WIB
WowKeren - Sejumlah mantan anggota polisi Polres Tanjungbalai terseret kasus penjualan barang buti berupa sabu kepada bandar senilai Rp 1 miliar. Dua mantan anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Tanjungbalai, Wariono dan Tuharno dituntut hukuman mati.
"Benar, tuntutannya dibacakan secara terpisah dalam berkas berbeda tadi siang oleh jaksa penuntut umum Kejari Tanjungbalai. Dalam kasus ini ada dua oknum terdakwa yang dituntut hukuman mati," ujar Kasi Penkum Kejaksaan Tinggi Sumut, Yos Arnold Tarigan pada Rabu (19/1) dilansir dari Cnnindonesia.com.
Dalam persidangan yang berlangsung di Pengadilan Negeri Kota Tanjungbalai, dua polisi itu dinilai bersalah melanggar Pasal 114 ayat (2) dan atau Pasal 137 huruf b UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkoba jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 65 KUHP.
Sementara itu, sembilan terdakwa lain yang merupakan eks personel Polres Tanjungbalai dituntut hukuman seumur hidup. Mereka antara lain Agus Ramadhan Tanjung, Khoiruddin, Syahril Napitupulu, Leonardo Aritonang, Agung Sugiarto Putra, Hendra Tua Harahap, Josua Samaoso Lahagu, Kuntoro, dan Rizki Ardiansyah.
"Sedangkan satu terdakwa lainnya atas nama Hendra yang merupakan honorer di Polairud dituntut dengan hukuman 15 tahun penjara," sambung Yos Arnold Tarigan.
Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Tanjungbalai dijelaskan, kejadian bermula saat petugas Sat Polairud Polres Tanjungbalai Khoirudin, Syahril Napitupulu, dan Alzuma Delacopa melakukan patroli di Perairan Tangkahan Sei Lunang, Kecamatan Sei Kepayang Timur, Kabupaten Asahan, Rabu 19 Mei 2021.
Mereka menemukan kapal Kaluk membawa sabu seberat 76 kilogram dalam bungkus Teh Merk Guanyinwang dan Qing Shan. Narkoba itu dibawa oleh Hasanul Arifin dan Supandi dari Perairan Malaysia.
Khoirudin lantas melapor ke Togap Sianturi selaku Kepala Sat Polairud Polres Tanjungbalai. Togap memerintahkan Tuharno bersama Juanda, Hendra, John Erwin Sinulingga berangkat menuju lokasi Kapal Kaluk menggunakan Kapal Patroli Babinkamtibmas.
Leonardo Aritonang dan Sutikno menggunakan Kapal Sat Polair juga turun ke lokasi untuk membantu pengawalan. Tuharno bersama Juanda, Hendra, John Erwin Sinulingga, Leonardo Aritonang dan Sutikno menggiring kapal tersebut menuju Dermaga Pol Airud Polres Tanjungbalai.
(wk/amel)