Gempa Magnitudo 6,0 Talaud Sulut: Ada 9 Kali Susulan Hingga Rusak Gereja dan Rumah Warga
Nasional

Menurut Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Bambang Setiyo Prayitno, gempa tersebut mengakibatkan kerusakan ringan pada sebuah bangunan gereja yang terletak di Desa Pangeran, Pulau Kabaruan, Kepulauan Talaud.

WowKeren - Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, digoncang gempa bermagnitudo 6,0 pada Sabtu (22/1) pagi ini. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan sejumlah kerusakan yang diakibatkan oleh gempa tersebut.

Menurut Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Bambang Setiyo Prayitno, gempa tersebut mengakibatkan kerusakan ringan pada sebuah bangunan gereja yang terletak di Desa Pangeran, Pulau Kabaruan, Kepulauan Talaud. "Ada gereja yang mengalami kerusakan ringan pada kaca," jelas Bambang dalam konferensi pers.

Selain itu, salah satu rumah di Manaida Desa Panulan, Kecamatan Kabaruan, Kabupaten Talaud juga dilaporkan mengalami kerusakan. Bambang menjelaskan bahwa rumah tersebut tak dibangun dengan bahan tahan gempa.

"Lalu rusak pada rumah bagian belakang, kerusakan ringan," terangnya. "Konstruksi bangunan bukan bangunan tahan gempa."


Sementara itu, Koordinator Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG, Iman Fatchurochman, mengungkapkan ada satu orang terluka akibat gempa di Kepulauan Talaud. Diketahui, korban tengah merenovasi salah satu bangunan pada saat gempa terjadi.

"Ada satu orang luka saat merenovasi bangunan," paparnya. "Hati-hati mungkin gempa susulan akan terjadi ke depan, tapi semoga gempa susulan kecil."

BMKG sendiri mencatat adanya sembilan gempa susulan pasca gempa magnitudo 6,0 tersebut. "Pukul 11.30 WIB hasil monitoring menunjukkan adanya sembilan aktivitas gempa bumi susulan, dengan magnitudo terbesar 4,5," kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati.

Dwikorita pun mengimbau masyarakat untuk menghindari bangunan yang retak akibat gempa. Ia juga meminta masyarakat untuk memastikan tempat tinggal mereka memiliki bangunan yang cukup tahan gempa.

"Mohon periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal Anda cukup tahan gempa ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah," tukasnya. "Kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya."

(wk/Bert)


You can share this post!


Related Posts