Bali Siapkan Lokasi Outdoor Pinggir Pantai Untuk Pertemuan G20 agar Beri Suasana Berbeda
Pixabay
Nasional
Presidensi G20 Indonesia 2022

Gubernur Bali I Wayan Koster mengungkapkan bahwa pihaknya berencana menyiapkan area luar ruangan (outdoor) pinggir pantai sebagai salah satu lokasi pertemuan G20.

WowKeren - Indonesi tengah bersiap untuk menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang rencananya akan digelar di Bali. Gubernur Bali I Wayan Koster mengungkapkan bahwa pihaknya berencana menyiapkan area luar ruangan (outdoor) pinggir pantai sebagai salah satu lokasi pertemuan G20.

"Nanti ada suasana di awal pertemuan itu tidak di dalam ruang, tapi di luar ruang. Outdoor, pinggir pantai," ungkap Koster pada Minggu (23/1) malam.

Koster tidak menjelaskan secara detail lokasi pertemuan mana yang ia maksud. Namun ia membocorkan bahwa dresscode untuk para peserta nantinya tak perlu memakai baju formal.

"Jadi pakaiannya pun casual, beda," lanjutnya. "Untuk menunjukkan suasana yang beda gitu."

Menurut Koster, pemilihan lokasi pertemuan outdoor itu sesuai dengan keinginan Presiden Joko Widodo untuk memberikan suasana yang baru sebagai penyelenggara G20. Koster menyebut Jokowi hendak memberikan taste yang berbeda dalam pertemuan G20 di Bali ini.


"Bapak Presiden mendapat kepercayaan sebagai presidensi G20 juga ingin menyiapkan G20 ini sebaik mungkin," katanya. "Memberikan taste yang berbeda. Cirinya Bapak Jokowi kan tidak mau hanya itu-itu saja."

Koster mengungkapkan bahwa Jokowi kerap berbicara dengannya untuk memberikan suasan baru di Bali. Untuk memberikan pendekatan baru dalam pertemuan G20 kali ini, Bali menyiapkan lokasi yang indah di pinggir pantai.

"Jadi memang alamnya sudah indah, di pinggir pantai. Suasana pertemuannya juga dikemas sedemikian rupa supaya indah," jelas politisi PDIP tersebut. "Itu saya kira menjadi satu pendekatan baru di dalam G20 ini."

Terkait materi pertemuan G20 sendiri, Koster mengaku tidak mengetahuinya. Menurutnya, hal tersebut sepenuhnya merupakan wewenang pemerintah pusat.

"Kalau mengenai materi kan itu sudah domainnya Menteri Keuangan dan Menteri Luar Negeri dan Gubernur Bank Indonesia. Yang lain itu men-support, seperti saya ini men-support," tukasnya.

(wk/Bert)

You can share this post!

Rekomendasi Artikel
Berita Terkait