Masyarakat Sunda Demo Desak DPR Pecat Arteria Dahlan, Memaafkan Tapi Sanksi Harus Berjalan
Instagram/sahabatarteriadahlan
Nasional

Massa dari sejumlah kelompok masyarakat sunda terus mendesak agar Arteria Dahlan dipecat sebagai anggota DPR RI. Mereka pun kembali menggelar aksi demo di depan Gedung DPR RI.

WowKeren - Ratusan massa dari sejumlah perkumpulan masyarakat Sunda melakukan aksi demo di depan Gedung DPR RI. Masih sama seperti sebelumnya, mereka menuntut agar Arteria Dahlan dipecat dari DPR


Salah satunya massa dari Aksi Urang Sunda yang terlihat menari diiringi lagu berbahasa sunda. Tak jarang mereka meneriakkan agar Arteria Dahlan mau keluar dan menemui mereka.

"Keluar ayo Anggota DPR, ini bukan soal sunda, ini soal budaya di seluruh Indonesia," kata orator di lokasi, Kamis (27/1).

Ada juga ratusan orang yang tergabung dalam Aliansi Sunda Karawang. Koordinator Aliansi Sunda Karawang, Nace Permana, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan aliansi masyarakat Sunda lainnya. Dia mengklaim aksi hari ini akan diikuti oleh sekitar 500 hingga seribu orang.

"Nanti ada dari Karawang, Bogor, Sumedang, dan Depok kabarnya akan menyusul. Kurang lebih akan ada 500 massa," kata Nace pada wartawan.


Sebelumnya, Ratusan massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Penutur Bahasa Sunda juga menggelar demo di depan gedung DPR RI, Jakarta Pusat. Massa menuntut Politisi PDIP, Arteria Dahlan, yang merupakan anggota DPR Komisi III, untuk dipecat.

"Kami semua memaafkan. Tapi, satu tuntutan kami pecat Arteria Dahlan," kata Perwakilan Masyarakat Sunda, Asep dalam orasinya, Rabu (26/1).

Dia menyebut pernyataan Arteria telah menyinggung masyarakat Sunda. Meski Arteria telah meminta maaf, pihaknya tetap menuntut Arteria untuk dipecat Massa pun meminta Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) memproses Arteria dan memecatnya sebagai anggota Komisi III DPR RI.

"Saya ada NKRI, saya menghargai dan mencintai leluhur kami. Saya sangat memohon bapak wakil rakyat Mahkamah Kehormatan Dewan satu kata tuntutan kami, NKRI harga mati, Sunda harga diri," tandasnya.

Masyarakat Penutur Bahasa Sunda sebelumnya juga sudah mendatangi Gedung DPR RI untuk melaporkan Politisi PDIP Arteria Dahlan ke Majelis Kehormatan Dewan (MKD) terkait ucapan kontroversial Arteria soal Bahasa Sunda dalam raker bersama Kejagung RI. Meskipun Arteria sudah mengajukan permintaan maaf, dia menilai untuk persoalan ujarannya tetap harus diproses.

"Secara manusiawi kami menerima permintaan maaf, tapi secara dia sebagai politikus dan anggota DPR, ucapannya akan berdampak buruk terhadap masyarakat, jadi kami tetap meminta MKD memberikan sanksi pencopotan," pungkasnya.

(wk/amel)


You can share this post!


Related Posts