Kapal yang Membawa Puluhan PMI Ilegal Hampir Tenggelam, Nahkoda Malah Kabur
Nasional

Hingga saat ini, masih kerap ditemukan Pekerja Migran Indonesia yang berangkat ke negara tetangga melalui jalur ilegal. Padahal hal ini tentu saja berbahaya dan memiliki risiko tinggi.

WowKeren - Peristiwa nahas menimpa sebuah kapal yang diketahui membawa puluhan calon Pekerja Migran Indonesia Ilegal (PMI) yang hendak menuju Malaysia hampir tenggelam pada Senin (7/2). Pasalnya puluhan Migran itu terjebak lautan lumpur.

Alhasil, sebanyak 34 PMI itu berlumur lumpur ketika berangkat ke Malaysia dari Kabupaten Batubara, Sumatera Utara, dengan menggunakan kapal secara ilegal. Selain itu, para PMI ilegal itu juga hampir tenggelam dikarenakan kapal mengalami kebocoran. Beruntungnya, ada petugas dari Pos Tanjung Balai yang melakukan patroli, sehingga bisa menemukan dan menyelamatkan mereka.

Namun saat proses evakuasi dilakukan, diketahui nahkoda kapal yang membawa puluhan PMI ilegal itu kabur, dan hingga kini masih dalam pengejaran. Adapun PMI ilegal yang berhasil diselamatkan itu terdiri dari 15 perempuan, dan 19 laki-laki. Selanjutnya, mereka dibawa ke Mapolres Batubara untuk menjalani tes kesehatan dan pemeriksaan.

PMI ilegal itu diketahui berasal daerah yang berbeda-beda yakni Jawa, Sumatera, Sulawesi, dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Atas peristiwa tersebut, salah satu orang PMI ilegal mengaku trauma atas insiden yang hampir menghilangkan nyawanya itu. Ia lantas mengatakan ingin mencari uang tambahan untuk keluarga dan hanya ikut lantaran diajak temannya yang akan berjualan di Malaysia.


Sementara itu, Danlanal TBA, Letkol Laut (P) Aan Prana Tuah Sebayang mengatakan bahwa 34 PMI ilegal itu memiliki tujuan kerja yang berbeda-beda. "Kebanyakan di sana belum jelas bekerja sebagai apa dan sebagian sudah ada yang menunggu," tutur Aan dalam keterangannya, dilihat pada Selasa (8/2).

Menurut Aan, untuk calon pekerja yang sudah memiliki agen dan menunggu di Malaysia, akan bekerja sebagai buruh kilang (pabrik). Hal ini lantaran Malaysia saat ini diketahui tengah panen sawit, jadi rata-rata mereka akan bekerja sebagai tukang permanen.

Selain itu, kata Aan, sebagian lainnya ada yang berencana berdagang baju serta perlengkapan rumah tangga yang dibawanya dari Indonesia. Ia menuturkan bahwa jalur legal keluar masuk Malaysia sendiri ditutup, sehingga harga sawit di Indonesia sempat naik, dikarenakan permanen di Malaysia tidak ada.

"Dengan pencegahan ini, harga sawit di Indonesia cukup bagus. Karena kita bisa memaksimalkan pekerja kita, sehingga hal ini menaikkan ekonomi Indonesia," ungkap Aan. Selain itu, ia juga meminta agar masyarakat tidak lagi pergi ke Malaysia melalui jalur ilegal lantaran bahaya.

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait