Sebelumnya, Ganjar telah menyampaikan permintaan maaf kepada warga Desa Wadas. Ganjar mengaku telah melakukan komunikasi intens dengan Kapolda Jawa Tengah dalam memantau perkembangan situasi di Purworejo.
- Bertilia Puteri
- Rabu, 09 Februari 2022 - 17:24 WIB
WowKeren - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo telah menyampaikan permintaan maaf atas kehebohan yang terjadi di Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo. Ganjar meminta maaf jika ada warga yang merasa tidak nyaman dengan kedatangan ribuan aparat gabungan ke Desa Wadas.
Kekinian, warga Desa Wadas menanggapi permintaan maaf Ganjar tersebut. Salah seorang warga yang tak mau disebutkan namanya mengaku tindakan pemerintah dan aparat bukan hanya membuat tak nyaman, namun bahkan menyiksa warga.
"Ini bukan dibuat enggak nyaman, tapi disiksa warga Wadas," ujar warga tersebut kepada CNN Indonesia, Rabu (9/2).
Menurutnya, warga Desa Wadas tak bisa dengan mudah memaafkan aksi aparat yang telah mengepung mereka. Kedatangan para aparat itu disebutnya telah membuat warga Desa Wadas ketakutan.
"Tetap warga tidak bisa menerima dengan semudah itu, karena warganya disiksa di sini kemarin sehari dan intimidasi banget," katanya.
Selain itu, aparat juga disebut sempat mengepung warga yang beribadah di masjid dan menangkap 64 orang di desa tersebut. Ia mengungkapkan bahwa penduduk Desa Wadas saat ini tak berani keluar rumah dan mengunci pintu masing-masing. Anak-anak bahkan disebutnya tak berani berangkat sekolah.
"Itu bukan persoalan yang enteng, Ganjar Pranowo terus dengan konferensi pers minta maaf pada warga merasa dibuat enggak nyaman," tukasnya.
Sebelumnya, Ganjar telah menyampaikan permintaan maaf kepada warga Desa Wadas. Ganjar mengaku telah melakukan komunikasi intens dengan Kapolda Jawa Tengah dalam memantau perkembangan situasi di Purworejo.
"Pertama, saya ingin menyampaikan minta maaf kepada seluruh masyarakat Purworejo dan khususnya masyarakat di Wadas. Karena kemarin mungkin ada yang merasa tidak nyaman, saya minta maaf," ujar Ganjar saat konferensi pers di Mapolda Jateng, Rabu (9/2). "Kemarin malam saya cukup intens komunikasi dengan Pak Kapolda, intens sekali untuk memantau perkembangan yang ada di Purworejo, terkhusus Wadas."
(wk/Bert)