Keberadaan Polisi Berpakaian Preman di Wadas Jadi Sorotan, Ini Penjelasan Polda Jateng
Instagram/wadas_melawan
Nasional

Sebelumnya, Ketua Majelis Hukum PP Muhammadiyah, Trisno Raharjo, menyoroti pengerahan polisi tak berseragam alias hanya berpakaian preman di Desa Wadas, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.

WowKeren - Ketua Majelis Hukum dan HAM PP Muhammadiyah, Trisno Raharjo, sempat menyoroti pengerahan polisi tak berseragam alias hanya berpakaian preman di Desa Wadas, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Trisno menilai pihak kepolisian seharusnya mengerahkan aparat berseragam resmi apabila mereka memang menggunakan pendekatan resmi di Desa Wadas.

Kekinian, Polda Jawa Tengah merespons sorotan Trisno tersebut. Kabid Humas Polda Jateng, Kombes M Iqbal Alqudusy, menjelaskan bahwa dalam setiap penugasan memang ada personel polisi yang tidak mengenakan seragam resmi.

"Adapun satuan yang menggunakan seragam antara lain sabhara, lalu lintas, binmas, pengamanan objek vital, dan brimob. Sedangkan satuan yang tidak berseragam antara lain reserse dan intelkam," paparnya dilansir detikcom, Jumat (11/2). "Mengapa ada petugas tak berseragam pada kegiatan kepolisian? Tugas pengamanan ada dua, terbuka dan tertutup."

Lebih lanjut, Iqbal menjelaskan bahwa tugas polisi yang tidak memakai seragam alias berpakaian preman itu adalah untuk menggali informasi. mereka juga disebut mudah berbaur dengan masyarakat di lapangan.


"Termasuk juga untuk berjaga-jaga apabila terjadi tindak pidana di lapangan saat dilakukan kegiatan kepolisian. Petugas tidak berseragam dapat cepat mengidentifikasi pelaku dan segera memprosesnya sesuai aturan hukum yang berlaku," jelasnya. "Petugas tidak berseragam juga digunakan dalam rangka penyelidikan karena bisa mudah berbaur dan akrab dengan masyarakat di lapangan."

Sebelumnya, Ketua Majelis Hukum PP Muhammadiyah, Trisno Raharjo, menilai polisi berpakaian preman tak perlu diturunkan ke Desa Wadas. Terlebih para anggota polisi diturunkan ke Wadas sebenarnya hanya untuk mengamankan pengukuran lahan terhadap warga yang sudah menyetujui.

"Tidak perlu mereka menggunakan seragam pakaian masyarakat biasa atau yang kita sebut polisi dengan pakaian preman," ujar Trisno dalam konferensi pers pada Kamis (10/2). "Maka untuk itu, tidak boleh sama sekali."

Trisno juga berharap agar kepolisian tidak mengerahkan personel dalam jumlah banyak. Ia meminta agar tugas pengamanan diserahkan kepada satuan yang memang bertugas di Desa Wadas.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait