Warga desa Wadas mengungkap ketakutan dan kecurigaan mereka soal dimata-matai pihak tertentu. Hal itu lantaran kerap ada drone yang melintas di wilayah desa tersebut.
- Amelia Nur Fatimah
- Kamis, 17 Februari 2022 - 19:37 WIB
WowKeren - Sejumlah pihak telah mendatangi Desa Wadas, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah untuk meredam kekhawatiran warga. Meski begitu, kondisi warga desa Wadas hingga kini masih diliputi ketakutan dan kecemasan karena merasa dimata-matai. Salah satunya karena sejumlah drone yang kerap mondar-mandir terbang di daerah desa tersebut.
Drone atau pesawat tanpa awak diakui kerap melintas di Wadas. Bahkan sejak sebelum pelaksanaan pengukuran lahan penambangan batu andesit untuk Bendungan Bener.
"Iya itu, itu sering. Sejak kapannya kalau saya ingat-ingat bahkan sebelum ada pengukuran juga ada drone, apalagi kemarin pelaksanaan pengukuran juga ada drone," kata salah satu warga Desa Wadas, Ngabdul Mukti saat dihubungi pada Kamis (17/2) melansir CNNIndonesia.com.
Warga Wadas sendiri mengaku tak tahu menahu soal siapa pemilik dari drone yang kerap terbang di atas desa mereka itu. Menurut Ngabdul Mukti, drone itu terbang dengan durasi yang cukup lama setiap kali melintas di atas desa mereka meski tak setiap hari. Warga resah karena merasa drone tersebut dipakai untuk memata-matai dan mengintai mereka.
"Tiap kali ada drone sudah membuat kita resah lah, seakan-akan kita itu dimata-matai, dipantau terus," ucap Ngabdul.
Ngabdul Mukti juga mengaku bahwa kehadiran drone itu cukup mengganggu warga dalam melakukan aktivitas atau pekerjaannya sehari-hari. Warga takut akan terjadi insiden penangkapan seperti beberapa waktu lalu.
"Iya menurut kami menganggu aktivitas karena yang tadinya konsentrasi mau melaksanakan pekerjaan, jadi ya kok tiba-tiba ada drone, yang ditakutkan nanti ada apa-apa kayak sebelum-sebelumnya lah, polisi kayak kemarin, tentu itu yang kami sangat khawatir," bebernyanya.
Sebelumnya, kabar soal keberadaan drone yang mondar-mandir di Desa Wadas juga turut disampaikan oleh akun Twitter @kejarlahmimpi. Dalam cuitannya, anak-anak di Desa Wadas lah yang menceritakan soal kehadiran drone tersebut.
"Saat duduk santai bersama puluhan warga wadas, beberapa anak wadas yg masih belia dibawah 17 tahun mreka antusias bercerita: di atas rumah warga ada beberapa dron sejak 10 Februari. Ini intimidasi apalagi lur percuma mintamaaf pak @ganjarpranowo bambu apus intimidasi jalan mulus," bunyi cuitan akun Twitter tersebut.
(wk/amel)