Haikal Hassan Minta Maaf Sebut Bung Karno 'Tukang Penjarakan Ulama', Organisasi Sayap PDIP Menerima
Instagram/haikalhassan_quote
Nasional

Haikal lantas diadukan ke Bareskrim Polri oleh organisasi sayap PDIP, Relawan Perjuangan Demokrasi (Redpem), terkait pernyataannya tersebut. Pada akhirnya, Haikal pun menyampaikan permohonan maaf atas pernyataannya.

WowKeren - Penceramah Haikal Hassan sempat menyebut Presiden pertama RI Soekarno sebagai pemimpin yang "kerap memenjarakan ulama". Pernyataan ini disampaikan Haikal dalam salah satu ceramahnya yang kemudian viral di media sosial.

Dalam video ceramah tersebut, Haikal mengatakan bahwa Soekarno bersama gerakan nasional, komunis dan agama (Nasakom) sebagai "tukang" memenjarakan ulama. Sebagai informasi, Nasakom adalah konsep politik yang dicetuskan oleh Presiden Soekarno.

"Jangan ditutupin ini, sejarah ini, Bung Karno kan proklamator, iye. Bung Karno berjasa, iye gua tau. Bung Karno hebat iya. Tapi jangan lupa tukang penjarakan ulama bersama para nasakom-nya. Silakan bantah kalau bisa, silakan bantah, kalau bisa," ujar Haikal dalam video tersebut.

Haikal lantas diadukan ke Bareskrim Polri oleh organisasi sayap PDIP, Relawan Perjuangan Demokrasi (Redpem), terkait pernyataannya tersebut. Pada akhirnya, Haikal pun menyampaikan permohonan maaf atas pernyataannya.

"Memang itu yang saya ucapkan, namun hanya sepotong dan tidak lengkap. Sehingga kesalahan ini harus saya akui harus saya sampaikan permohonan maaf," papar Haikal dalam konferensi pers di kantor Repdem pada Jumat (18/2).


Haikal sendiri mengaku tidak ingat momen ceranag viral tersebut. Namun ia berharap agar kesalahannya tersebut dapat menjadi pelajaran bagi semua pihak.

"Di momen apa, hari apa, saya enggak inget. Tapi kalau lihat bodinya itu saya masih kurus. Dulu waktu itu masih galak," paparnya. "Saya mohon ini menjadi pelajaran kita semua, bahwa kalau ada masalah itu tabayyun, jelaskan."

Permintaan maaf Haikal tersebut pun diterima oleh pihak Repdem. Ketua Umum DPN Repdem, Wanto Sugito, mengatakan bahwa atas arahan DPP PDIP, Hasto Kristiyanto, pihaknya menerima permohonan maaf Haikal.

Menurutnya, Megawati Soekarnoputri selaku Ketua Umum PDIP sekaligus putri Soekarno mengajarkan kadernya untuk senantiasa memberi maaf kepada siapa pun yanng melakukan kesalahan. Apalagi dalam kasus ini, Haikal meminta maaf dengan tulus dan berjanji untuk tidak mengulangi kesalahannya.

"Sehubungan Bapak Haikal Hassan mengakui kekeliruannya dan minta maaf dari hati yang paling dalam kepada Ibu Megawati Soekarnoputri, keluarga besar Bung Karno serta kepada masyarakat Indonesia, maka sebagai kader partai yang baik, kami menerima dan memaafkannya," ujar Wanto.

Lebih lanjut, Wanto berharap agar semua orang termasuk Haikal tak lagi-lagi menyampaikan pernyataan yang bersifat mendiskreditkan atau menghina Soekarno maupun tokoh-tokoh pendiri bangsa lainnya. "Apalagi jika tokoh pendiri bangsa tersebut sudah wafat, karena hal itu tidak sesuai dengan ajaran Islam maupun ajaran agama-agama lainnya," tukasnya.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait