Geger Kasus Ayu Aulia, Bagaimana Cara Mencegah Pikiran untuk Bunuh Diri?
pixabay.com/Ilustrasi/HASTYWORDS
Health

Pemikiran untuk bunuh diri bisa muncul meski seseorang tidak mengalami depresi namun juga ketika seseorang tidak dapat membayangkan jalan keluar dari kesulitan yang dialaminya.

WowKeren - Kasus percobaan bunuh diri yang terjadi pada seleb Ayu Aulia menjadi sorotan publik Tanah Air. Ia diduga mencoba bunuh diri akibat tertekan menghadapi suatu masalah.

Melansir Healthline, pikiran aktif untuk bunuh diri melibatkan pikiran yang jelas dan spesifik tentang bunuh diri atau rencana untuk mengakhiri hidup. Kendati demikian, pikiran untuk bunuh diri juga dapat berupa bentuk yang tidak jelas.

Tidak jelas di sini maksudnya, meski pelaku tidak memiliki rencana nyata untuk mengakhiri hidup, namun sering kali berpikir dengan kematian, menghabiskan waktu memikirkan cara untuk mengakhiri hidup, hingga berharap untuk berhenti hidup. Namun yang jelas, baik itu pikiran aktif maupun pasif akan membuat seseorang merasa putus asa dan tidak yakin ke mana harus mencari dukungan.

Selain itu, menceritakan apa yang dipikirkan kepada orang lain bisa jadi hal yang sulit. Tak hanya itu, respons orang-orang sekitar juga belum tentu sesuai yang dihadapkan namun bisa justru membuat depresi kian meningkat. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), ada 12 juta orang dewasa di AS yang berpikir untuk mengakhiri hidup mereka selama tahun 2019.

Pemikiran untuk bunuh diri bisa muncul meski seseorang tidak mengalami depresi. Perasaan itu bisa muncul ketika seseorang tidak dapat membayangkan jalan keluar dari kesulitan yang dialaminya.

Siapa pun dapat mengalami perasaan ingin bunuh diri. Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah menemui orang terdekat untuk membantu memecahkan masalah. Pergi ke tempat yang aman, menjauhkan diri dari senjata tajam, menghindari alkohol, dan mencari sesuatu yang bisa membuat pikiran relaks adalah pertolongan pertama yang bisa dilakukan untuk menghilangkan pikiran tersebut.

Sementara itu, untuk menangani pikiran pasif bunuh diri, bisa mengenali gejalanya misalnya merasa menjadi beban bagi orang lain dan tidak memiliki harapan. Hal yang bisa dilakukan adalah dengan mendapatkan bantuan profesional, tetap terhubung dengan orang terkasih, dan mencari sesuatu yang positif untuk mengalihkan perhatian hingga fokus untuk merawat diri.

Masih melansir Healthline seseorang perlu waspada ketika melihat seseorang atau teman yang terus-terusan merasa bersalah atau putus asa, menghindari orang-orang, memberikan barang berharga, tiba-tiba terlihat tenang padahal sebelumnya tampak kesulitan, mengabaikan keselamatan, atau mengutarakan pikiran bahwa mereka merasa sebagai beban orang lain.

Dukungan dari profesional kesehatan mental yang terlatih dapat membantu mendapatkan ketenangan dari pikiran-pikiran ini. Seorang terapis dapat menawarkan bimbingan penuh kasih dan dukungan profesional.

Mereka akan mengidentifikasi pemicu utama pikiran itu, membantu mencari cara untuk berbagi pikiran dengan orang lain, membangun skil baru hingga memberikan solusi yang masih dalam jangkauan. Seorang terapis umumnya akan menanyakan seberapa sering pemikiran untuk mengakhiri hidup itu muncul dan kemungkinan kondisi gangguan mental, dan percobaan bunuh diri di masa lampau hingga riwayat keluarga terkait kesehatan mental.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Rekomendasi Artikel