Sindikat Pemalsu Hasil Swab Bisa Masuk ke Sistem PeduliLindungi, Begini Modusnya
Pixabay/lukasmilan
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Kementerian Kesehatan melakukan penyelidikan atas dugaan adanya aksi peretasan aplikasi PeduliLindungi terkait temuan sindikat pemalsu hasil tes swab. Bagaimana hasilnya?

WowKeren - Tes swab PCR dan antigen palsu kini menjadi salah satu masalah yang mendapat perhatian serius dari pemerintah. Pasalnya, hasil tes swab PCR dan antigen palsu tersebut dikabarkan bisa masuk ke dalam sistem aplikasi PeduliLindungi. Hal itu menimbulkan kecurigaan adanya aktivitas peretasan pada sistem PeduliLindungi.

Kementerian Kesehatan melalui Digital Transformation Office (DTO) pun segera melakukan investigasi di internal terkait dugaan peretasan aplikasi PeduliLindungi. Upaya ini merupakan tindak lanjut dari temuan Polresta Bandara Soekarno-Hatta terkait adanya sindikat pembuat surat hasil swab PCR dan antigen palsu yang terhubung ke aplikasi PeduliLindungi pada Jumat (25/2).

Dari hasil investigasi yang dilakukan oleh DTO Kemenkes, tidak ditemukan adanya indikasi pembobolan terhadap aplikasi PeduliLindungi. Faktanya, pelaku mendapatkan user id entry lab pemeriksa yang selanjutnya digunakan untuk memasukkan data palsu ke sistem NAR.

“Kami telah melakukan investigasi menyeluruh atas temuan tersebut. Hasilnya tidak ada aktivitas ilegal yang mengarah ke pembobolan PeduliLindungi," ungkap Staf Ahli Menteri Bidang Teknologi Kesehatan, Setiaji di Jakarta pada Senin (28/2).


Setiaji menjelaskba bahwa aktivitas yang dilakukan oleh sindikat tersebut tidak sampai menganggu operasional PeduliLindungi. Aplikasi itu pun masih tetap bisa berjalan seperti sebagaimana mestinya.

Akan tetapi, aktivitas ilegal ini justru mendatangkan kerugian bagi diri sendiri dan orang sekitar. Apalagi bagi kelompok rentan karena berpotensi memperluas penyebaran COVID-19. Untuk itu, pelaku perjalanan diminta untuk mengikuti prosedur yang telah ditetapkan untuk mencegah penularan COVID-19 yang semakin luas.

Diketahui bahwa sejak diluncurkan tahun lalu, aplikasi PeduliLindungi digunakan untuk mendukung berbagai aktivitas mulai dari testing, tracing dan treatment (3T) hingga vaksinasi Covid-19. Hingga saat ini semakin banyak masyarakat yang menggunakan aplikasi PeduliLindungi. Karena itu, pemerintah, terutama Kementrian Kesehatan terus berupaya untuk menjamin keamanan data para pengguna aplikasi PeduliLindungi.

"Kemenkes terus melakukan upaya maksimal untuk menjamin keamanan data informasi pengguna di aplikasi PeduliLindungi,” pungkas Setiaji.

(wk/amel)

You can share this post!

Rekomendasi Artikel
Berita Terkait