Indonesia saat ini diketahui tengah mulai merambah ke jaringan 5G. Adapun sebaran jaringan 5G ini ditargetkan meluas dan merata pada tahun 2025 mendatang.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Selasa, 01 Maret 2022 - 13:30 WIB
WowKeren - Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) semakin hari semakin berkembang dengan pesat. Maka dari itu, tak heran apabila Indonesia juga sudah mulai mengadopsi teknologi jaringan terkini, ditandai dengan dimulainya komersialisasi jaringan generasi kelima (5G) sejak Mei 2021 lalu.
Meski demikian, kehadiran 5G ini juga diwarnai dengan rencana penghapusan jaringan lama 3G. Pada akhir Desember 2021 lalu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengumumkan tengah melakukan kajian mendalam terkait rencana penghapusan sinyal 3G di seluruh Indonesia.
Juru Bicara Kementerian Kominfo Dedy Permadi mengatakan bahwa penghapusan sinyal 3G saat ini tengah dipertimbangkan lantaran dinilai sudah lawas. Selain itu, jaringan 3G juga dianggap memiliki sejumlah kendala seperti kecepatan yang kurang maksimal, sinyal tidak stabil, dan kapasitas layanan yang kurang memadai.
Maka dari itu, kata Dedy, layanan 3G di Indonesia seharusnya dialihkan menggunakan layanan 4G LTE yang lebih baru. Meski demikian, ia belum bisa memastikan kapan rencana penghapusan sinyal 3G di seluruh Indonesia terlaksana. Pasalnya, hal ini masih memerlukan pembahasan bersama operator seluler dan pihak terkait lainnya.
"Tujuannya agar transisi dari layanan berbasis teknologi 3G menjadi layanan berbasis teknologi 4G tidak mengurangi jangkauan layanan yang telah dimanfaatkan sebelumnya oleh masyarakat," tutur Dedy kepada Kompas Tekno, Selasa (1/3).
Lebih lanjut, Dedy menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada pemberlakuan kewajiban dari Kominfo kepada operator seluler terkait penghentian sinyal 3G di Indonesia. Menurutnya, pada prinsipnya, Kementerian Kominfo menyerahkan keputusan tersebut kepada pihak direksi operator seluler.
Sementara itu, implementasi jaringan telekomunikasi 5G sendiri diharapkan akan merata pada tahun 2025 mendatang. Hal ini sebelumnya telah disampaikan Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Kominfo Ismail pada awal Februari 2022 lalu.
Menurut Ismail, pemerintah sejauh ini telah mempelajari pengalaman dari implementasi 4G yang membutuhkan waktu sekitar enam sampai tujuh tahun untuk terus berkembang di Indonesia. Adapun kata kunci dari dimulainya penggunaan 5G adalah tepat waktu tepat sasaran.
Maka dari itu, kedua hal tersebutlah yang selalu menjadi isu dan pembahasan, baik dari kementerian maupun pemerintah dan regulator dengan para operator. Menurut Ismail, apabila implementasi 5G dalam waktu cepat, artinya kemungkinan besar Indonesia akan menanggung biaya learning dari sebuah teknologi 5G, begitu juga sebaliknya.
Dibandingkan dengan generasi teknologi sebelumnya, Ismail menilai bahwa perkembangan 5G memberikan nuansa yang berbeda. Ia menyinggung pada kal perpindahan dari teknologi 3G ke 4G, sebagian besar isu hanya persoalan kecepatan.
"Tapi perkembangan dari 4G ke 5G agak berbeda, karena 5G memberikan nuansa yang lebih luas dari sekadar masalah user experience," ungkap Ismail dalam keterangannya.
Ismail mengungkapkan bahwa teknologi 5G memiliki banyak keunggulan selain mengenai kecepatan data, seperti kecepatan transformasi informasi dengan latensi yang sangat rendah. Jaringan ini mampu menangani perangkat dalam jumlah yang sangat besar dan kemampuan-kemampuan dari 5G ini yang membuat perkembangannya menjadi lebih luas.
(wk/tiar)