PTT mengungkap temuan ada aktivitas orang tak dikenal terekam CCTV pasca serangan yang menewaskan 8 karyawan mereka. PTT pun mencurigainya sebagai gangguan keamanan.
- Amelia Nur Fatimah
- Jumat, 04 Maret 2022 - 10:56 WIB
WowKeren - 8 orang karyawan PTT (PT Palapa Timur Telematika) tewas akibat serangan orang tak dikenal pada Selasa (1/3) lalu. Kuat dugaan serangan tersebut dilakukan oleh KKB (Kelompok Kriminal Bersenjata) yang memang sudah beberapa kali melakukan penembakan dan perusakan.
PTT pun mengungkap adanya aktivitas mencurigakan orang tak dikenal yang terekam CCTV saat insiden tewasnya delapan orang akibat diserang dan ditembaki di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua tersebut. Diketahui bahwa insiden terjadi ketika seorang Karyawan PTT sedang memperbaiki Tower Base Transceiver Station (BTS) 3 Telkomsel di Distrik Beoga.
Humas PTT mengaku telah mengirimkan logistik menggunakan helikopter ke lokasi tower B3 pada Rabu (2/3), usai kejadian. Namun, pihaknya tidak menemukan satu pun karyawan di lokasi tersebut sehingga dilakukan penelusuran menggunakan CCTV.
"Sehingga ditindaklanjuti dengan penelaahan rekaman kamera pemantau. Penelaahan pada rekaman kamera pemantau Rabu 2/3/2022 dini hari mengindikasikan terdapat aktivitas dari orang tidak dikenal yang dugaan sementara adanya potensi gangguan keamanan," ujar Humas PTT dalam keterangan tertulisnya, Jumat (4/3).
Pihak perusahaan kemudian berusaha melakukan kontak terhadap 4 karyawan perusahaan, 4 karyawan dari kontraktor perusahaan dan 1 orang masyarakat lokal pemandu. Pihak perusahaan kemudian memutuskan untuk mengirimkan helikopter lagi ke lokasi tower demi mendapatkan informasi situasi lapangan. Sayangnya upaya tersebut juga terkendala cuaca.
Hingga saat ini pihak perusahaan belum bisa melakukan peninjauan langsung di lokasi tower perusahaan akibat kendala akses dan cuaca. Karena itu, pihaknya belum bisa memberikan informasi detail.
"Belum dapat memberikan konfirmasi terkait informasi yang beredar di sejumlah media massa atas korban jiwa dan luka-luka maupun kondisi fisik tower B3," jelasnya.
Pihaknya juga telah meminta bantuan dan pendampingan dari aparat keamanan (TNI dan Polri) dan Pemerintah Pusat serta Pemerintah Daerah. Bantuan itu dimaksudkan untuk tindakan pengamanan terhadap seluruh site dari proyek Palapa Ring Timur yang merupakan Proyek Strategis Nasional Infrastruktur Prioritas.
"Khususnya dalam kejadian ini meminta bantuan evakuasi dari aparat keamanan terhadap karyawan Perusahaan, karyawan dari kontraktor Perusahaan dan masyarakat lokal pemandu," pungkasnya.
(wk/amel)