Rencana tersebut disampaikan Menag Yaqut pada Pertemuan Nasional Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Konferensi Waligereja Indonesia di Nusa Dua, Denpasar, Bali, pada Senin (7/3).
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Selasa, 08 Maret 2022 - 11:29 WIB
WowKeren - Belum lama ini, Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengutarakan rencananya untuk mengundang pemimpin umat Katholik Paus Fransiskus ke Indonesia untuk "melihat langsung indahnya keberagaman di Indonesia".
Adapun rencana tersebut disampaikan oleh Yaqut saat memberikan sambutan pada Pertemuan Nasional Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Konferensi Waligereja Indonesia di Nusa Dua, Denpasar, Bali, Senin (7/3) kemarin.
"Saya ingin menghadirkan Paus Fransiskus ke Indonesia untuk melihat langsung indahnya keberagaman di Indonesia," ujar Yaqut. "Sekaligus menyapa umat Katholik Indonesia secara langsung."
Meski begitu, Yaqut tidak menjelaskan secara rinci kapan Paus Fransiskus bisa datang ke Indonesia. Ia hanya mengatakan bahwa pihaknya menugaskan Plt Dirjen Bimas Katholik Kemenag untuk menjajaki kemungkinan tersebut.
Di sisi lain, Yaqut berharap setelah kondisi sudah normal, Paus Fransiskus bisa hadir ke Indonesia. "Saya minta Pak Plt Dirjen Katholik menjajaki rencana mengundang beliau," imbuhnya.
Lebih lanjut, Yaqut lantas menceritakan tentang pertemuannya dengan pemimpin Paus Fransiskus pada tahun 2019 lalu. Ia mengaku mengapresiasi keterbukaan Paus Fransiskus dalam menerima sebuah perbedaan.
Pada pertemuannya dengan Paus Fransiskus di tahun 2019 lalu, Yaqut menuturkan pada saat itu berperan sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor dan berbincang mengenai upaya menciptakan kondisi damai di dunia. Ia mengaku menceritakan tentang keindahan toleransi atas keberagaman di Indonesia.
"Dan beliau (Paus Fransiskus) mengaku sangat mencintai Indonesia," terang Yaqut. Sementara itu, Pertemuan Nasional Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Konferensi Waligereja Indonesia mengusung tema Penguatan Moderasi Beragama untuk Mendukung Masyarakat yang Damai dan Inklusif Demi Pembangunan yang Berkelanjutan.
Yaqut menuturkan dalam pertemuan nasional tersebut juga membahas konsep moderasi beragama dalam perspektif umat Katholik. Menurutnya, kegiatan seperti sangat dibutuhkan demi menjaga kerukunan antarumat.
"Kegiatan seperti ini sangat dibutuhkan, karena selain mendiskusikan penguatan moderasi beragama, juga akan merumuskan langkah strategis, sistematis, dan simultan untuk merawat persaudaraan dan kerukunan," papar Yaqut.
(wk/tiar)