IKN Nusantara Bakal Seluas Jabodetabek, Jokowi Tegaskan Bukan Proyek Mercusuar
Instagram/ikn_id
Nasional
Ibu Kota Baru Indonesia

Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR Diana Kusumastuti menjelaskan bahwa IKN dirancang memiliki tiga zona, yakni kawasan inti pusat pemerintahan, kawasan IKN, serta kawasan pengembangan.

WowKeren - Indonesia kini tengah bersiap untuk memindahkan Ibu Kota Negara (IKN) dari DKI Jakarta ke Kalimantan Timur. IKN Nusantara ini disebut-sebut akan menjadi smart city.

Adapun IKN Nusantara diperkirakan akan memiliki luas setara kawasan Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi). Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR Diana Kusumastuti menjelaskan bahwa IKN dirancang memiliki tiga zona, yakni kawasan inti pusat pemerintahan (KIPP) seluas 6.671 hektar, kawasan IKN 56.180 hektar, serta kawasan pengembangan 256.142 hektar.

"Target untuk KIPP populasinya di 2024 itu 280 ribu sampai 300 ribu jiwa. Target populasi secara keseluruhan IKN dan pengembangannya 1,7 juta sampai 1,9 juta jiwa, ini seluas Jabodetabek," papar Diana pada Sabtu (26/3).

Adapun proyek pembangunan IKN ini disebut Presiden Joko Widodo bukan untuk "gagah-gagahan" atau sebagai proyek mercusuar. Menurut Jokowi, pembangunan IKN ini merupakan perjuangan untuk mewujudkan Indonesia yang berkeadilan sosial bagi seluruh rakyatnya.


"Satu usaha besar untuk memindahkan IKN. Ini adalah gagasan besar yang dimulai sejak 1957 di masa Bung Karno. Kita ingin Indonesia bukan Jawa sentris tapi Indonesia sentris. Pemindahan IKN bukan proyek mercusuar. Bukan juga untuk gagah-gagahan," papar Jokowi dalam acara pelantikan pengurus GMNI pada Sabtu.

Lebih lanjut, Jokowi menyatakan bahwa transformasi besar melalui proyek IKN ini bukan semata-mata hanya memindahkan Ibu Kota. Jokowi menegaskan bahwa Indonesia harus menjadi negara ekonomi kuat dan mandiri.

"Karena itu juga kita telah memulai proses transformasi ekonomi secara besar-besaran mengubah jati diri sebagai negara pengekspoer bahan mentah menjadi negara industri yang tangguh dan berwawasan lingkungan," ujar Jokowi.

Selain itu, Jokowi juga sempat menyampaikan bahwa revitalisasi industri harus berkesadaran lingkungan. Menurutnya, dunia kini tengah menghadapi ancaman perubahan iklim yang akan berdampak besar.

"Itu sebabnya kita harus menyeimbangkan antara aspek kesejahteraan dengan aspek lingkungan dengam penerapan ekonomi hijau secara konsisten dan berkelanjutan," pungkas Jokowi.

(wk/Bert)


You can share this post!


Related Posts