Sementara itu, Kasat lantas Polres Metro Jakarta Pusat Kompol Purwanta mengatakan bahwa pihaknya tidak melakukan penutupan jalan atau pengalihan lalu lintas meski ada aksi massa BEM SI.
- Bertilia Puteri
- Senin, 28 Maret 2022 - 14:31 WIB
WowKeren - Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menggelar aksi unjuk rasa pada Senin (28/3) siang ini. Massa menggelar aksi di kawasan Patung Kuda, tepatnya di depan Monumen Nasional (Monas) Jakarta Pusat.
Dalam kesempatan tersebut, para mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan. Salah satunya adalah meminta pemerintah untuk menstabilkan harga bahan pokok (sembako).
"Pertama kami ingin pemerintah menjaga stabilitias harga pangan di Indonesia. Kelangkaan minyak goreng misalnya yang menyulitkan masyarakat," ujar orator dari Universitas Riau, Khairul. "Di samping itu kami juga menolak adanya wacana penundaan Pemilu dan wacana tiga periode."
Menurut Khairul, total ada belasan universitas yang tergabung dalam aksi siang ini. Ia mengklaim aksi massa siang ini akan diikuti oleh ribuan mahasiswa.
"Total ada 13 kampus yang sudah hadir. Masih ada beberapa yang di jalan, kira-kira ada seribu massa," paparnya.
Sementara itu, Kasat lantas Polres Metro Jakarta Pusat Kompol Purwanta mengatakan bahwa pihaknya tidak melakukan penutupan jalan atau pengalihan lalu lintas meski ada aksi massa BEM SI. "Aman, tidak ada pengalihan," ungkap Purwanta.
Menurut Purwanta, demo tersebut akan dipusatkan di Patung Kuda Arjuna Wiwaha. "(Demo) di dekat patung kuda," tuturnya.
Sebelumnya, BEM SI telah menyampaikan rencana aksi bertajuk Seruan Aksi Nasional pada hari ini. Terdapat enam tuntutan dalam aksi demo tersebut.
Selain menolak penundaan Pemilu 2024 dan tuntutan menstabilkan harga pangan, BEM SI juga mendesak Presiden Joko Widodo untuk menunda dan mengkaji ulang UU IKN termasuk dengan pasal-pasal yang bermasalah dan dampak yang ditimbulkan dari aspek lingkungan, hukum, sosial, ekologi, politik, ekonomi dan kebencanaan.
Kemudian BEM SI juga mendesak Jokowi untuk mengusut tuntas mafia minyak goreng dan mengevaluasi kinerja menteri terkait. Jokowi juga diminta untuk menyelesaikan konflik agraria yang terjadi di Indonesia. Sedangkan yang terakhir adalah mendesak Jokowi dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin untuk berkomitmen penuh dalam menuntaskan janji-janji kampanye di sisa masa jabatannya.
(wk/Bert)