Jasad seorang pemuda di Palembang, Sumatera Selatan ditemukan mengambang di Sungai Musi. Pemuda itu jatuh ke sungai dan tenggelam saat berniat hendak mengejar layangan.
- Amelia Nur Fatimah
- Rabu, 30 Maret 2022 - 22:02 WIB
WowKeren - Nasib nahas dialami seorang pemuda di Palembang, Sumatera Selatan. Aditya Arif Pratama warga Jalan Ki Marogan, Kecamatan Kertapati, Kota Palembang, yang masih berusia 22 tahun tewas tenggelam saat mengejar layangan. Jasad Aditya Arif ditemukan terapung di Sungai Musi tepatnya di dermaga Pebem 35 Ilir, Tangga Buntung, Rabu (30/3).
Arif diduga terjatuh ke Sungai ketika sedang mengejar layangan tidak jauh dari rumahnya. Tim Patroli dan Gakkum Satpolairud Polrestabes Palembang sudah mendatangi lokasi penemuan mayat dan membawanya ke Satpolairud untuk identifikasi.
Kanit Gakkum Satpolairud Polrestabes Palembang Iptu Cepi Amiruddin mengatakan, awalnya orangtua korban mendatangi Satpolairud untuk melaporkan peristiwa putra mereka yang terjatuh ketika mengejar layangan. Laporan itu diterima pihak kepolisian pada Senin (28/3) lalu.
"Hari Senin tadi orang tua korban mendatangi kami untuk melaporkan peristiwa anaknya yang terjatuh dari Sungai Ogan. Disebutkan jika anaknya ini sedang mengejar layangan, " ujar Iptu Cepi Amiruddin pada Rabu (30/3).
Setelah menerima laporan itu, pihaknya pun langsung melakukan upaya pencarian korban. Setelah beberapa jam dicari Tim Satpolairud tidak kunjung menemukan tanda-tanda penemuan mayat.
Polisi pun akhirnya sempat memutuskan untuk menghentikan pencarian karena tak membuahkan hasil. Hingga akhirnya warga di kawasan lain melaporkan temuan mayat di dermaga Gudang Bberas.
"Kami sempat hentikan pencarian sementara, lalu hari ini kami mendapat laporan warga jika ada mayat mengapung pagi ini di dermaga Gudang beras, kawasan Pebem Tangga Buntung.
"Pihak keluarga tidak membuat surat pernyataan dan kini sudah dibawa keluarga ke rumahnya," lanjutnya.
Sementara itu, ayah korban, Hikmah Junaidi yang mendatangi Polairud mengatakan bahwa sesaat sebelum hilang sang anak pamit main layangan.
"Hari Senin sore sekitar pukul 16:00 WIB tadi pamitnya mau main layangan. Ngejar layangan, nyebur. Malam sempat dicari tapi tidak ketemu," bebernya.
Saat menerima informasi dari Satpolairud jika jenazah anaknya sudah ditemukan, Junaidi pun mengkonfirmasi. "Pas saya datang rupanya memang benar pakaian yang dikenakan sama persis, " pungkasnya.
(wk/amel)