Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais-Binsyar), Adib, menyatakan bahwa Dr. KH. Sriyatin Siddiq, MA datang sebagai perwakilan Muhammadiyah dalam sidang isbat pekan lalu.
- Bertilia Puteri
- Senin, 04 April 2022 - 11:03 WIB
WowKeren - Kementerian Agama menyatakan bahwa sidang isbat awal Ramadan 1443 H diikuti perwakilan ormas Islam, termasuk NU dan Muhammadiyah. Dr. KH. Sriyatin Siddiq, MA diklaim datang sebagai perwakilan Muhammadiyah dalam sidang isbat pekan lalu.
"KH. Abd. Salam Nawawi, MA dari Lembaga Falakiyah NU dan Dr. KH. Sriyatin Siddiq, MA dari Majelis Tarjih Muhammadiyah mengikuti secara daring. Sedang KH. Syarif Ahmad Hakim dari Persis mengikuti secara luring di Auditorium HM Rasjidi Kemenag," ungkap Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais-Binsyar), Adib, dalam keterangan resmi di situs Kemenag.
Namun kekinian, hal berbeda diungkapkan oleh pihak Muhammadiyah. Pimpinan pusat (PP) Muhammadiyah menyatakan bahwa sejak awal mereka tidak pernah menerima surat dari Kemenag untuk menghadiri sidang isbat.
Menurut Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti, kehadiran Sriyatin Siddiq dalam sidang isbat tidak mewakili Muhammadiyah. Mu'ti mengungkapkan bahwa sejak awal tidak ada surat dari Kemenag yang ditujukan kepada PP Muhammadiyah maupun Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah untuk menghadiri sidang isbat tersebut.
"Tidak ada surat dari Kemenag kepada PP. Muhammadiyah dan kepada Majelis Tarjih dan Tajdid PP. Muhammadiyah untuk menghadiri Sidang Itsbat," terang Mu'ti dalam akun Twitter-nya, Minggu (3/4). "Prosedur di Muhammadiyah, untuk tertib organisasi, semua yang mewakili PP. Muhammadiyah di forum resmi harus membawa Surat Tugas resmi dari PP. Muhammadiyah/Majelis sesuai Surat Undangan."
Lebih lanjut, Mu'ti menjelaskan karena tidak ada undangan dan tidak ada Surat Tugas, maka partisipasi Sriyatin dianggapnya tidak mewakili dan bukan merupakan representasi resmi PP Muhammadiyah. Selain itu, Mu'ti juga mendapat informasi mengenai surat dari Kemenag kepada Kepala Pengadilan Agama Palangka Raya, Kalimantan Tengah, agar menugaskan Sriyatin untuk menghadiri sidang isbat.
"Jadi kehadiran beliau dalam Sidang Isbat tidak mewakili PP Muhammadiyah," lanjutnya.
Sebelumnya, pihak Muhammadiyah telah menyatakan bahwa mereka tidak diundang dalam sidang isbat yang digelar Kemenag pada Jumat (1/4) pekan lalu. Sekretaris Muhammadiyah Agung Danarto mengatakan bahwa pihaknya tak mempermasalahkan jika tidak diundang dalam agenda tersebut.
"Muhammadiyah tidak diundang di isbat ya wajar saja karena Muhammadiyah sudah menetapkan," jelas Agung. "Karenanya hadir tidak hadir Muhammadiyah tidak terlalu penting, putusan isbat Muhammadiyah tetap dengan putusannya, pemerintah tetap dengan putusannya."
Hal ini lantas sempat disayangkan oleh Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid. Menurut Hidayat, sidang isbat seharusnya melibatkan semua pihak yang berkompeten.
"Metode ijtihad tentukan awal Ramadhan memang beragam, tapi diakui termasuk di NKRI. Maka wajarnya berbagai pihak yang berkompeten, sekalipun ijtihadnya beda, tetap diundang oleh Kemenag hadir dalam sidang isbat," terang Hidayat dalam akun Twitter-nya. "Sebagai pembuktian kebersamaan, toleran, inklusif & moderat. Ramadhan momentumnya."
(wk/Bert)