Menteri hingga para anggota DPR menunjukkan dukungan mereka terhadap vaksin Nusantara yang diprakarsai Terawan Agus Putranto. Salah satunya adalah Luhut Binsar Pandjaitan.
- Amelia Nur Fatimah
- Rabu, 06 April 2022 - 11:49 WIB
WowKeren - Sempat menjadi kontroversi, vaksin Nusantara kini telah digunakan sejumlah pejabat publik sebagai booster COVID-19. Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan jadi salah satu penerima vaksin yang diprakarsai mantan Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto tersebut.
Luhut mengaku telah melakukan pengambilan sampel darah sebagai prosedur penerimaan vaksin Nusantara. Diketahui bahwa cara kerja vaksin Nusantara yakni setiap orang akan diambil sampel darahnya untuk kemudian dipaparkan dengan kit vaksin yang dibentuk dari sel dendritik. Kemudian sel yang telah mengenal antigen akan diinkubasi selama 3-7 hari.
Hasilnya kemudian akan diinjeksikan ke dalam tubuh kembali. Di dalam tubuh, sel dendritik tersebut diharapkan akan memicu sel-sel imun lain untuk membentuk sistem pertahanan memori terhadap Sars Cov-2.
Dalam video yang beredar di media sosial tampak Luhut tengah duduk sambil memegang plastik berisikan darahnya. Sementara Terawan berdiri di sampingnya menggunakan masker dan sarung tangan medis.
"Ini saya bersama Dokter Terawan. Saya ambil darah untuk ikut ini nanti vaksinasi Nusantara. Kita coba," kata Luhut dalam video tersebut.
Selain Luhut, baru-baru ini, Wakil Ketua MPR dari Fraksi PDIP, Ahmad Basarah juga dilaporkan telah mengikuti prosedur pengambilan vaksin Nusantara. Hal itu dilakukan Ahmad Basarah Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto Jakarta.
"Dipecat IDI, Ahmad Basarah Suntik Booster Vaksin Nusantara Terawan, di RSPAD Gatot Soebroto pada Kamis, 31 Maret 2022," tulis akun instagram @officialsahabatbasarah beberapa waktu lalu.
Setelah sempat menimbulkan polemik berkepanjangan, akhirnya nasib vaksin Nusantara ditentukan melalui nota kesepahaman alias MoU. Kesepakatan itu dibuat oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Kementerian Kesehatan dan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD).
Dari MoU itu disepakati bahwa proses pengambilan sampel darah relawan di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta itu hanya dilakukan guna kepentingan penelitian dan pelayanan. Artinya, proses vaksin Nusantara ini bukan uji klinis vaksin untuk dimintakan izin edar oleh BPOM, melainkan hanya layanan kepada masyarakat.
Sejumlah pejabat dan anggota parlemen kala itu tercatat paling maju membela Terawan. Mereka juga mendaftarkan diri mereka sebagai pasien Terawan terkait pemberian vaksin Nusantara.
Di antaranya Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari, dan mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo. Ada juga sederet anggota DPR seperti Sufmi Dasco Ahmad, Emanuel Melkiades Laka Lena, Adian Napitupulu, Nihayatul Wafiroh, Sri Meliyana, Anas Thahir, dan sejumlah anggota Komisi IX DPR RI lain.
(wk/amel)